Menu

Mode Gelap
Realisasi Investasi Cianjur Semester I 2026 Capai Rp1,33 Triliun, Industri Pengolahan Masih Mendominasi Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI

Berita

205 Pedagang Puncak Terdampak Penertiban Terima Kompensasi Rp10 Juta dari Pemprov Jabar

badge-check

ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cipanas – Sebanyak 205 pedagang terdampak penertiban bangunan di kawasan Puncak, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, telah menerima dana kompensasi sebesar Rp10 juta per orang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Desa Ciloto, Marwan, mengatakan penyaluran dana kompensasi tersebut telah selesai dilakukan. Selain bantuan modal usaha, pemerintah juga memberikan bantuan tambahan bagi 30 pedagang yang membutuhkan biaya relokasi setelah tempat tinggal sekaligus lokasi usahanya terdampak pembongkaran.

“Penyaluran sudah selesai, data dari desa, dan uangnya dikirim langsung ke rekening masing-masing,” kata Marwan, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, dana kompensasi mulai para pedagang terima sekitar sepekan setelah pembongkaran kios pada 13 Juni 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan skema transfer langsung ke rekening Bank BJB milik masing-masing penerima.

Pemerintah Desa Ciloto berperan menghimpun data, memverifikasi identitas penerima, serta mengumpulkan nomor rekening para pedagang sebelum masuk ke pemerintah provinsi.

BACA JUGA : Pembongkaran 163 Kios di Segar Alam Cipanas, Pedagang Minta Solusi Relokasi

Sebagian Besar Pedagang Merupakan Warga Pendatang

Marwan menyebut sebagian besar pedagang yang menerima kompensasi merupakan warga pendatang yang telah lama menjalankan usaha di kawasan Puncak. Meski tidak seluruhnya berdomisili di Desa Ciloto, pemerintah tetap mengusulkan mereka sebagai penerima bantuan.

“Yang warga asli Ciloto hanya sebagian saja,” ungkapnya.

Namun, masih terdapat 11 pedagang yang belum menerima kompensasi karena terkendala hasil verifikasi administrasi.

Menurut Marwan, sebagian nama tidak lolos verifikasi karena berada dalam satu kartu keluarga yang tercatat sudah menerima bantuan. Selain itu, terdapat kasus satu bangunan untuk dua jenis usaha berbeda, namun oleh sistem verifikasi masuk dalam satu bidang usaha.

“Jadi ada yang karena masuk dalam satu KK, jadi dianggap sudah menerima karena satu KK, ada juga karena satu bangunan itu ada dua usaha seperti di lantai bawah dan lantai atas punya usaha berbeda, namun itu dianggap jadi satu bidang usaha,” ujarnya.

Pemerintah Desa Ciloto bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur masih mengupayakan pengajuan ulang terhadap 11 nama tersebut agar dapat Pemerintah Provinsi Jawa Barat tinjau kembali.

“Kami juga langsung koordinasi dan berkas sudah diterima Pak Asda, tapi katanya sepertinya ditolak karena tidak lolos verifikasi,” jelas Marwan.

Pedagang Akui Dana Sudah Masuk ke Rekening

Salah seorang pedagang terdampak penertiban, Supriyadi, membenarkan bahwa dana kompensasi sebesar Rp10 juta telah masuk ke rekening Bank BJB miliknya.

Ia mengaku menerima dana tersebut sekitar dua minggu setelah proses pembongkaran selesai. Ia juga mengapresiasi realisasi janji pemerintah yang pemerintah sampaikan sebelum penertiban berlangsung.

“Dua minggu setelah pembongkaran saya sudah menerima uang kompensasi yang Rp10 juta itu. Karena sebelumnya pemdes bilang akan turun setelah semua proses pembongkaran selesai. Dan benar tak lama uang kompensasi juga masuk,” kata Supriyadi.

Ia menilai penyaluran melalui rekening bank memberikan rasa aman bagi para pedagang karena dana mereka terima secara langsung tanpa potongan dari pihak mana pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Realisasi Investasi Cianjur Semester I 2026 Capai Rp1,33 Triliun, Industri Pengolahan Masih Mendominasi

28 Juli 2026 - 18:32 WIB

Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat

27 Juli 2026 - 20:06 WIB

BKPSDM

Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS

27 Juli 2026 - 19:33 WIB

ASN Dinkes Cianjur

Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung

26 Juli 2026 - 18:41 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur

25 Juli 2026 - 22:21 WIB

maling motor di Bojongpicung
Trending di Berita