C IANJUR TIMES, Haurwangi – Kelompok Tani Barokah mulai menanam jagung hibrida di lahan seluas dua hektar di Kampung Kulina RT 02/04, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Polsek Bojongpicung sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Penanaman dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok tani bersama aparat kepolisian dan warga setempat. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini ditanami jagung hibrida yang dinilai memiliki produktivitas cukup baik untuk mendukung sektor pertanian daerah.
Kapolsek Bojongpicung, Iptu Muchtaromi, mengatakan keterlibatan pihak kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang saat ini terus didorong pemerintah.
“Ini bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional,” ujar Muchtaromi saat meninjau kegiatan penanaman di Desa Sukatani, Rabu (29/4/2026).
Tanam Jagung Hibrida di Lahan Dua Hektar
Program budidaya jagung tersebut dalam pengelolaan Kelompok Tani Barokah. Sebanyak 14 petani terlibat dalam proses penanaman di atas lahan seluas dua hektar.
Para petani melakukan pengolahan lahan dan penanaman benih sesuai dengan pola budidaya yang sebelumnya telah siap agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan optimal hingga masa panen.
Menurut rencana, tanaman jagung hibrida tersebut akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar tiga bulan setelah penanaman.
BACA JUGA : Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong
Polisi Lakukan Pendampingan Petani
Muchtaromi menjelaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya hadir saat kegiatan penanaman berlangsung. Jajaran Bhabinkamtibmas juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan selama proses budidaya hingga masa panen.
“Kami hadir bersama petani, mulai dari pengolahan lahan sampai pendampingan, agar hasil panen maksimal dan kesejahteraan petani meningkat,” katanya.
Bhabinkamtibmas Desa Sukatani turut mendampingi kegiatan tersebut bersama kelompok tani dan perangkat desa setempat.
Target Panen Dalam Tiga Bulan
Selain mendukung ketahanan pangan, program ini dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Haurwangi.
Selain itu, pihaknya menilai pemanfaatan lahan non-baku sawah juga dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengembangkan komoditas pangan selain padi.
Muchtaromi berharap kerja sama antara petani dan berbagai pihak dapat terus berjalan sehingga hasil pertanian mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi petani maupun masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Kegiatan penanaman berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif dengan melibatkan unsur kepolisian, kelompok tani, serta warga setempat.
















