Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

PWI Cianjur Gelar Doa dan tabur Bunga Mengenang 2 Tahun Gempa Cianjur

badge-check

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana) Perbesar

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri saat proses tabur bunga mengenang gempa bumi Cianjur yan terjadi 2 tahun lalu. (Foto : Ario Rosmana)

CIANJURTIMES, Cianjur – Puluhan Jurnalis dari dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur menggelar doa bersama dan tabur bunga dalam rangka peringatan dua tahun gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di Cugenang, Cianjur.

Kegiatan berlangsung di Tebing Sate Sinta, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/11/2024).

Gempa dahsyat yang terjadi pada 21 November 2022 itu menelan ratusan korban jiwa dan berdampak pada ribuan warga.

Ketua PWI Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan kegiatan ini untuk mengenang peristiwa kelam tersebut.

“Hari ini, tepat pada tanggal 21 November, kita mengenang masa sulit akibat gempa,” ujar Ahmad Fikri.

Fikri mengungkapkan, peristiwa itu menjadi pengalaman pertama dirinya meliput bencana di wilayah sendiridan memberikan duka mendalam, meski keluarga besar PWI Cianjur tidak menjadi korban jiwa.

“Kami merasakan bagaimana sulitnya meliput bencana di rumah sendiri, sekaligus menjadi korban,” tambahnya.

Baca Juga : PMI Cianjur Kirim Logistik dan Relawan Bantu Penyintas Gempa Bandung

Pemilihan Tebing Sate Sinta sebagai lokasi upacara lantaran merupakan tempat yang kerap jurnalis gunakan untuk melaporkan dampak gempa.

Lokasi ini juga menjadi saksi bisu banyaknya korban tertimbun tanah longsor akibat gempa.

“Lebih dari 30 orang tertimbun di sini, dan bahkan di akhir pencarian, ada lima hingga enam korban lagi yang belum ditemukan,” jelas Fikri.

Ia menambahkan, jalan nasional di kawasan tersebut sempat padat saat gempa terjadi.

Banyak kendaraan dan pelajar melintas, membuat suasana semakin mencekam.

“Situasi saat itu sangat sibuk, kami juga bingung karena ini adalah rumah kami sendiri,” paparnya.

Fikri mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat maupun jurnalis saat meliput di wilayah rawan bencana.

“Tidak ada berita yang seharga nyawa. Wartawan harus selalu mengutamakan keselamatan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Harga Sejumlah Komoditas Pangan di Cianjur di Atas HET dan HAP, Pemkab Gelar Gerakan Pangan Murah

3 Okt 2026 - 20:23 WIB

Harga Sejumlah Komoditas Pangan di Cianjur di Atas HET dan HAP, Pemkab Gelar Gerakan Pangan Murah

7 Oleh-Oleh Khas Cianjur yang Patut Dicoba, dari Tauco hingga Pandanwangi

3 Okt 2026 - 19:49 WIB

7 Oleh-Oleh Khas Cianjur yang Patut Dicoba, dari Tauco hingga Pandanwangi

Disdikpora Cianjur Catat 921 Lulusan SMP Tak Lanjut Pendidikan Formal

3 Okt 2026 - 04:16 WIB

Disdikpora Cianjur Catat 921 Lulusan SMP Tak Lanjut Pendidikan Formal

NCI dan MBM Mulai Gerakan Bersih Masjid di Cianjur, Masjid Al Hadi Jadi Lokasi Perdana

1 Okt 2026 - 13:24 WIB

NCI dan MBM Mulai Gerakan Bersih Masjid di Cianjur, Masjid Al Hadi Jadi Lokasi Perdana

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 Sep 2026 - 15:56 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker
Trending di Berita