Menu ✖

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar

badge-check

Kantor Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, kabupaten Cianjur. (Foto : Dokumen Desa) Perbesar

Kantor Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, kabupaten Cianjur. (Foto : Dokumen Desa)

CIANJUR TIMES, Kadupandak – Desa Sukaraharja di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kini menjadi satu-satunya desa di Jawa Barat yang berstatus desa tertinggal berdasarkan penilaian Indeks Desa (ID) tahun 2025.

Kondisi infrastruktur yang rusak, akses jalan yang sulit dilalui, hingga dampak bencana alam disebut menjadi penyebab utama turunnya status desa tersebut dari sebelumnya desa berkembang menjadi desa tertinggal.

Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, mengatakan kerusakan akses jalan akibat longsor dan pergerakan tanah. Hal ini sangat memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk distribusi kebutuhan pokok.

BACA JUGA : Sejumlah Rumah di Kadupandak Terdampak Longsor dan Banjir

Akses Rusak, Harga Kebutuhan Melonjak

Menurut Budi, sulitnya akses transportasi membuat harga kebutuhan di wilayah tersebut menjadi jauh lebih mahal dari daerah lain.

Bahkan, harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp40 ribu per tabung akibat tingginya biaya pengangkutan.

“Akses jalan menjadi kendala utama sehingga aktivitas masyarakat terhambat. Dampaknya harga kebutuhan juga sulit terkendali,” ujar Budi Rahman.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas publik seperti pusat kesehatan pembantu (Pustu), bangunan sekolah, hingga sarana mandi cuci kakus (MCK) juga berada dalam kondisi memprihatinkan.

Desa hasil pemekaran tahun 1996 tersebut dihuni sekitar 3.992 jiwa. Selama ini, masyarakatnya harus menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan rawan bencana.

Pemkab dan Pemprov Siapkan Penanganan di Desa Sukaraharja

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan akan memprioritaskan penanganan Desa Sukaraharja mulai tahun ini hingga 2027.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendi Kristanto, mengatakan bantuan infrastruktur akan Pemkab fokuskan untuk memperbaiki akses dasar masyarakat.

Menurutnya, karena status Desa Sukaraharja menjadi satu-satunya desa tertinggal di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan ikut memberikan bantuan stimulan.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut harus berdasarkan kajian teknis. Hal ini agar infrastruktur yang terbangun tidak kembali rusak akibat kondisi tanah yang labil.

“Untuk mengatasi ketertinggalan, yang paling utama adalah infrastruktur. Pembangunan harus berdasarkan kajian akademis sehingga jalan dan bangunan dibangun di lahan yang lebih stabil,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita