Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Izin Berakhir, Warga Cianjur Desak Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango Dihentikan Permanen

badge-check

Suasana Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kabupaten Cianjur mengenai proyek geothermal di Gunung Gede Pangrango, Selasa (14/4/2026). (foto : cianjurtimes) Perbesar

Suasana Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kabupaten Cianjur mengenai proyek geothermal di Gunung Gede Pangrango, Selasa (14/4/2026). (foto : cianjurtimes)

CIANJUR TIMES, Cianjur – Penolakan terhadap proyek geothermal di kawasan Gunung Gede Pangrango memuncak. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (14/4/2026), warga mendesak penghentian permanen proyek karena dinilai mengancam lingkungan dan sumber mata air.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh sejumlah organisasi masyarakat, seperti GSK, AMGP, PATRA, dan Surya Kadaka Indonesia. Mereka menilai proyek yang digarap PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) berada di wilayah penyangga Taman Nasional yang memiliki fungsi vital bagi kehidupan warga di Kecamatan Pacet dan Cipanas.

BACA JUGA : Hadang Alat Berat, Warga Ciguntur Tolak Aktivitas Proyek Geothermal di Cianjur

Izin Proyek Diklaim Telah Habis


Ketua Surya Kadaka Indonesia, Sabang Sirait, menyatakan bahwa secara administratif izin proyek telah habis masa berlakunya pada 14 April 2026.

“Harapan kami, kegiatan geothermal ini harus dihentikan karena masa berlaku izin telah habis. Tidak boleh ada lagi aktivitas lanjutan,” tegas Sabang.

Ia juga menambahkan, jika pemerintah tetap menerbitkan izin baru, pihaknya siap menempuh jalur hukum. Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Cianjur yang sebelumnya menyatakan tidak akan menerbitkan izin baru sementara waktu.

Senada, Ketua GSK, Aryo, mendorong masyarakat untuk memperkuat penolakan melalui jalur administratif.

“Penolakan harus dituangkan dalam nota keberatan ke DPRD dan ditembuskan ke Kementerian ESDM,” ujarnya.

DPRD Sebut Kewenangan di Pemerintah Pusat

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Igun Hendra Gunawan, mengungkapkan terdapat tiga poin utama keberatan warga, yakni potensi kerusakan lingkungan, habisnya izin, serta minimnya manfaat bagi masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga kewenangannya berada di pemerintah pusat.

“Masyarakat meminta agar kegiatan proyek geothermal ini dihentikan sementara,” kata Igun.

Perusahaan Tegaskan Geothermal Aman

Sementara itu, pihak PT DMGP melalui Kepala Teknisi, Yunis, menyatakan bahwa geothermal merupakan bagian dari solusi ketahanan energi nasional.

Ia juga menepis kekhawatiran terkait potensi gempa.

“Perlu dilihat secara ilmiah, penyebab utama gempa adalah faktor tektonik dan vulkanik, bukan aktivitas geothermal,” jelasnya.

RDP tersebut menghasilkan tiga kesimpulan sementara, yakni penghentian sementara aktivitas di lapangan, pelaksanaan kajian komprehensif oleh pemerintah daerah, serta penyerahan dokumen proyek kepada DPRD untuk dikaji lebih lanjut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KONI Cianjur Galang Dana Porprov 2026, Bupati Sumbang Rp 20 Juta

20 Okt 2026 - 16:58 WIB

KONI Cianjur Galang Dana Porprov 2026, Bupati Sumbang Rp 20 Juta

Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, Diikuti 160 Calon di 47 Desa

20 Okt 2026 - 14:43 WIB

Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, Diikuti 160 Calon di 47 Desa

Kekeringan Masih Berlanjut, Distribusi Air Bersih di Cianjur Capai 20 Ribu Liter per Hari

20 Okt 2026 - 14:25 WIB

Kekeringan Masih Berlanjut, Distribusi Air Bersih di Cianjur Capai 20 Ribu Liter per Hari

Stok Pupuk Bersubsidi Cianjur Tercatat 8.271 Ton Jelang Musim Tanam

20 Okt 2026 - 14:12 WIB

Stok Pupuk Bersubsidi Cianjur Tercatat 8.271 Ton Jelang Musim Tanam

HUT ke-19 RSUD Cimacan, Kapasitas Rawat Inap Dikembangkan Jadi 200 Tempat Tidur

19 Okt 2026 - 08:55 WIB

HUT ke-19 RSUD Cimacan, Kapasitas Rawat Inap Dikembangkan Jadi 200 Tempat Tidur
Trending di Berita