Menu

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Hadang Alat Berat, Warga Ciguntur Tolak Aktivitas Proyek Geothermal di Cianjur

badge-check

Aksi warga Kampung Ciguntur Desa Cipendawa Kecamatan Pacet saat menghadang alat berat yang masuk ke wilayah mereka, Senin (26/1/2026). Perbesar

Aksi warga Kampung Ciguntur Desa Cipendawa Kecamatan Pacet saat menghadang alat berat yang masuk ke wilayah mereka, Senin (26/1/2026).

CIANJUR TIMES – Ketegangan pecah di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, setelah ratusan warga menghadang sejumlah alat berat yang mencoba masuk ke wilayah mereka pada Senin (26/1/2026) malam. Warga memaksa operator alat berat untuk putar balik sebagai bentuk protes keras terhadap rencana pembukaan jalan proyek geothermal di Cianjur yang mereka nilai tidak transparan. Aksi penghadangan secara swadaya ini berhasil mengusir dua unit ekskavator yang rencananya akan membuka akses menuju titik pengeboran.

Warga merasa pihak perusahaan melakukan mobilisasi alat berat secara sembunyi-sembunyi tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat terdampak.

Kondisi di lapangan sempat memanas karena adanya pengawalan dari oknum organisasi kemasyarakatan (Ormas). Meski pada akhirnya situasi dapat terkendali setelah alat berat ditarik mundur.

Kekhawatiran Kerusakan Lingkungan dan Dampak Bencana

Tokoh masyarakat setempat, Aryo Prima, menegaskan bahwa penolakan warga didasari oleh kekhawatiran nyata terhadap kelestarian lingkungan di area pegunungan tersebut.

Masyarakat meyakini bahwa pembukaan lahan di bagian hulu untuk kepentingan proyek geothermal di Cianjur akan memicu bencana bagi pemukiman warga yang berada di bagian bawah.

Selain itu, warga juga merasa pemerintah setempat mengabaikan hak informasi masyarakat terkait pergerakan alat berat di akses jalan desa.

“Masyarakat sudah tahu, kalau bagian atas (gunung) rusak, pasti bagian bawah akan terkena dampak yang lebih parah,” ujar Aryo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Selasa (27/1/2026) dini hari.

Ia menambahkan bahwa informasi pergerakan alat berat justru bocor melalui surat koordinasi tertutup yang warga ketahui secara tidak sengaja.

“Warga mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi mengenai adanya alat berat yang akan naik melalui akses jalan warga itu,” kata dia.

Penolakan Total Terhadap Mobilisasi Alat Berat

Masyarakat Ciguntur berjanji akan terus menjaga wilayah mereka selama 24 jam untuk memastikan tidak ada aktivitas proyek yang menyusup masuk. Mereka meragukan profesionalisme pengembang proyek karena prosedur pelaksanaan di lapangan terkesan tertutup dari publik.

Warga menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi. Terlebih bila pihak perusahaan masih menggunakan metode mobilisasi yang warga anggap tidak etis dan memicu gesekan.

“Kami menghindari kekerasan, tapi kalau ada yang naik lagi, akan kami turunkan lagi. Seharusnya proyek besar seperti ini dilakukan secara gagah dan terbuka, bukan sembunyi-sembunyi,” pungkas Aryo.

Hingga saat ini, warga masih bersiaga di beberapa titik masuk desa. Mengantisipasi adanya upaya paksa masuknya alat berat susulan dari pihak pengembang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita