Menu

Mode Gelap
Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

Berita

Kualitas Beras Cianjur Menurun, Dinas Sebut Dipicu Cara Panen Tradisional

badge-check

Kualitas Beras Cianjur Menurun, Dinas Sebut Dipicu Cara Panen Tradisional Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Kualitas Beras Cianjur dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Cianjur menyebut pemicu kondisi ini adalah teknik panen yang belum optimal.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Cianjur, Dandan, mengatakan sebagian besar beras hasil panen petani saat ini hanya masuk kategori medium.

“Selama ini kualitas beras kita menjadi rendah, hanya masuk kategori medium 1 dan 2 lantaran skema pemanenan padi yang masih secara tradisional,” ujar Dandan, Jumat (10/4/2026).

BACA JUGA : Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta

Kadar Air Gabah Jadi Penyebab

Menurut Dandan, pengaruh paling dominan pada penurunan kualitas Beras Cianjur adalah tingginya kadar air pada gabah saat proses panen.

Hal ini terjadi karena sebagian petani menunda proses perontokan setelah panen.

“Para petani itu memanen padi malam hari, kemudian paginya baru dirontokkan sehingga kadar air tinggi mencapai 30 hingga 40 persen. Padahal, kadar air ideal seharusnya berada di angka 14 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin berdampak saat panen di tengah cuaca hujan.

Pengaruh pada Mutu Beras

Kadar air yang tinggi menyebabkan butiran beras mudah patah saat proses penggilingan.

Selain itu, warna beras menjadi kusam sehingga menurunkan daya saing di pasaran.

“Akibatnya, tingkat kepatahan beras menjadi tinggi dan warnanya kusam sehingga kualitasnya menurun,” tambah Dandan.

Dinas Lakukan Sosialisasi

Sebagai upaya perbaikan, Dinas TPHP mulai melakukan sosialisasi kepada tengkulak dan pelaku usaha beras.

Dinas berharap dengan langkah ini dapat mengubah pola panen agar kualitas Beras Cianjur tetap terjaga.

“Kami sosialisasikan kepada para tengkulak agar memberitahu para pekerja supaya tidak memanen pada malam hari dan segera melakukan perontokan setelah panen, terutama saat kondisi hujan,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri
Trending di Berita