Menu

Mode Gelap
Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas Dukung Swasembada Pangan, Polsek Agrabinta Dampingi Panen 5 Ton Jagung Hibrida di Wanasari

Berita

Kualitas Beras Cianjur Menurun, Dinas Sebut Dipicu Cara Panen Tradisional

badge-check


					Kualitas Beras Cianjur Menurun, Dinas Sebut Dipicu Cara Panen Tradisional Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Kualitas Beras Cianjur dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Cianjur menyebut pemicu kondisi ini adalah teknik panen yang belum optimal.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Cianjur, Dandan, mengatakan sebagian besar beras hasil panen petani saat ini hanya masuk kategori medium.

“Selama ini kualitas beras kita menjadi rendah, hanya masuk kategori medium 1 dan 2 lantaran skema pemanenan padi yang masih secara tradisional,” ujar Dandan, Jumat (10/4/2026).

BACA JUGA : Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta

Kadar Air Gabah Jadi Penyebab

Menurut Dandan, pengaruh paling dominan pada penurunan kualitas Beras Cianjur adalah tingginya kadar air pada gabah saat proses panen.

Hal ini terjadi karena sebagian petani menunda proses perontokan setelah panen.

“Para petani itu memanen padi malam hari, kemudian paginya baru dirontokkan sehingga kadar air tinggi mencapai 30 hingga 40 persen. Padahal, kadar air ideal seharusnya berada di angka 14 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin berdampak saat panen di tengah cuaca hujan.

Pengaruh pada Mutu Beras

Kadar air yang tinggi menyebabkan butiran beras mudah patah saat proses penggilingan.

Selain itu, warna beras menjadi kusam sehingga menurunkan daya saing di pasaran.

“Akibatnya, tingkat kepatahan beras menjadi tinggi dan warnanya kusam sehingga kualitasnya menurun,” tambah Dandan.

Dinas Lakukan Sosialisasi

Sebagai upaya perbaikan, Dinas TPHP mulai melakukan sosialisasi kepada tengkulak dan pelaku usaha beras.

Dinas berharap dengan langkah ini dapat mengubah pola panen agar kualitas Beras Cianjur tetap terjaga.

“Kami sosialisasikan kepada para tengkulak agar memberitahu para pekerja supaya tidak memanen pada malam hari dan segera melakukan perontokan setelah panen, terutama saat kondisi hujan,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media

19 Juni 2026 - 09:19 WIB

Diskominfo Cianjur

DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur

19 Juni 2026 - 08:16 WIB

sekola maung

Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios

19 Juni 2026 - 07:45 WIB

pedagang segar alam

Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi

18 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Mahasiswa cianjur

Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas

18 Juni 2026 - 07:38 WIB

Palace Park
Trending di Berita