Menu

Mode Gelap
Hujan Deras Picu Longsor di Batulawang Cipanas Cianjur, Dapur Warga Rusak dan Jalan Terancam Perizinan Belum Lengkap, Wisata Jamaras Agro Farm Cianjur Dipasangi Stiker Pengawasan Monyet Liar yang Serang Warga di Cibeber Cianjur Berhasil Ditangani Petugas Gas Elpiji 3 Kg Cianjur Langka, DPRD Temukan Dugaan Penyimpangan Distribusi 20 Ribu Warga Daftar SIAPKerja Cianjur, Data Penempatan di Sistem Masih Nol HUT Kebun Raya Cibodas ke-174, Revitalisasi Taman Lumut dan Konservasi Tanaman Langka Diperkuat

Berita

Kualitas Beras Cianjur Menurun, Dinas Sebut Dipicu Cara Panen Tradisional

badge-check


					Kualitas Beras Cianjur Menurun, Dinas Sebut Dipicu Cara Panen Tradisional Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Kualitas Beras Cianjur dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Cianjur menyebut pemicu kondisi ini adalah teknik panen yang belum optimal.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Cianjur, Dandan, mengatakan sebagian besar beras hasil panen petani saat ini hanya masuk kategori medium.

“Selama ini kualitas beras kita menjadi rendah, hanya masuk kategori medium 1 dan 2 lantaran skema pemanenan padi yang masih secara tradisional,” ujar Dandan, Jumat (10/4/2026).

BACA JUGA : Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta

Kadar Air Gabah Jadi Penyebab

Menurut Dandan, pengaruh paling dominan pada penurunan kualitas Beras Cianjur adalah tingginya kadar air pada gabah saat proses panen.

Hal ini terjadi karena sebagian petani menunda proses perontokan setelah panen.

“Para petani itu memanen padi malam hari, kemudian paginya baru dirontokkan sehingga kadar air tinggi mencapai 30 hingga 40 persen. Padahal, kadar air ideal seharusnya berada di angka 14 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin berdampak saat panen di tengah cuaca hujan.

Pengaruh pada Mutu Beras

Kadar air yang tinggi menyebabkan butiran beras mudah patah saat proses penggilingan.

Selain itu, warna beras menjadi kusam sehingga menurunkan daya saing di pasaran.

“Akibatnya, tingkat kepatahan beras menjadi tinggi dan warnanya kusam sehingga kualitasnya menurun,” tambah Dandan.

Dinas Lakukan Sosialisasi

Sebagai upaya perbaikan, Dinas TPHP mulai melakukan sosialisasi kepada tengkulak dan pelaku usaha beras.

Dinas berharap dengan langkah ini dapat mengubah pola panen agar kualitas Beras Cianjur tetap terjaga.

“Kami sosialisasikan kepada para tengkulak agar memberitahu para pekerja supaya tidak memanen pada malam hari dan segera melakukan perontokan setelah panen, terutama saat kondisi hujan,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Batulawang Cipanas Cianjur, Dapur Warga Rusak dan Jalan Terancam

14 April 2026 - 21:05 WIB

longsor di batulawang

Perizinan Belum Lengkap, Wisata Jamaras Agro Farm Cianjur Dipasangi Stiker Pengawasan

14 April 2026 - 20:42 WIB

jamaras agro farm

Monyet Liar yang Serang Warga di Cibeber Cianjur Berhasil Ditangani Petugas

14 April 2026 - 20:01 WIB

monyet liar

Gas Elpiji 3 Kg Cianjur Langka, DPRD Temukan Dugaan Penyimpangan Distribusi

14 April 2026 - 09:41 WIB

gas elpiji 3 kg cianjur

20 Ribu Warga Daftar SIAPKerja Cianjur, Data Penempatan di Sistem Masih Nol

14 April 2026 - 09:14 WIB

SiapKerja
Trending di Berita