Cianjur Times – Warga di wilayah Cianjur Selatan mendadak gempar setelah seorang pemancing menemukan sesosok Mayat Bayi di Campaka, tepatnya di pinggiran Sungai Cisokan, Desa Campakawarna, Kecamatan Campaka Mulya. Jasad bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan sudah mulai membusuk di antara tumpukan sampah sungai pada Jumat sore (27/2/2026).
Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Edi Junaedi (33) sedang melakukan aktivitas memancing di sekitar aliran Sungai Cisokan sekitar pukul 16.00 WIB. Saat sedang asyik memancing, Edi mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat. Bau tersebut berasal dari balik dedaunan dan sampah yang tersangkut di pinggir sungai.
Awalnya, saksi mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan yang mati dan tersangkut di lokasi tersebut. Namun, rasa penasaran mendorongnya untuk memastikan sumber bau sebelum meninggalkan lokasi. Dengan menggunakan ranting pohon, ia menggeser tumpukan sampah. Ia pun sangat terkejut saat melihat kaki kecil yang ternyata adalah bagian dari jasad bayi.
BACA JUGA : Penemuan Jasad Bayi Laki-Laki di Aliran Sungai Gegerkan Warga Ciranjang
Kronologi Penemuan oleh Warga Setempat
Melihat kejadian yang mengerikan tersebut, Edi segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa setempat yang kemudian melapor ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Campaka yang menerima laporan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan memulai proses identifikasi awal.
Kanit Reskrim Polsek Campaka, Bripka Angga Fachreza, mengonfirmasi bahwajasad bayi tersebut sudah tidak utuh dan berada dalam proses pembusukan lanjut saat warga menemukannya. Polisi tidak menemukan sehelai pakaian pun yang melekat pada tubuh korban, bahkan bagian ari-ari dan tali pusar juga sudah tidak ada.
“Kami menerima laporan dari warga terkait penemuan jasad bayi tersebut dan segera mengamankan lokasi untuk keperluan olah TKP awal. Kondisi jasad memang sudah mengalami pembusukan di beberapa bagian tubuh,” ujar Bripka Angga Fachreza saat memberikan keterangan mengenai penemuan Mayat Bayi di Campaka tersebut.
Hasil Pemeriksaan Luar dan Kondisi Fisik Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar tim medis dan kepolisian, perkiraan waktu kematian bayi tersebut sekitar tiga hingga empat hari sebelum warga menemukannya. Data fisik menunjukkan bayi memiliki panjang badan 45 cm, lingkar kepala 31 cm, dan panjang paha 9 cm. Hal ini menandakan bayi tersebut sudah cukup umur untuk lahir atau berusia sekitar 9 bulan kandungan.
Kondisi fisik korban tampak sangat mengenaskan dengan keberadaan larva di beberapa bagian tubuh akibat proses pembusukan yang lama di air. Bagian tangan, leher, dan dada sudah mengalami kerusakan, bahkan sebagian jaringan organ tubuh korban sudah hilang, kemungkinan akibat terbawa arus sungai atau faktor alamiah lainnya.
“Dari hasil pemeriksaan luar, diperkirakan bayi ini sudah meninggal sekitar 3 sampai 4 hari. Tubuhnya ditemukan di antara tumpukan dedaunan dan sampah sungai. Kondisi organ sudah tidak lengkap,” tambah Bripka Angga Fachreza menjelaskan detail kondisi korban yang memprihatinkan tersebut.
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi
Saat ini, pihak Kepolisian Sektor Campaka tengah melakukan penyelidikan mendalam. Prioritas saat ini untuk mengungkap siapa orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri tersebut. Sejumlah saksi telah polisi mintai keterangan guna mengumpulkan petunjuk. Salah satunya mencari informasi mengenai adanya wanita di sekitar wilayah tersebut yang sebelumnya terlihat hamil namun tiba-tiba kehilangan kandungannya.
Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab pasti kematian bayi tersebut karena proses autopsi dan penyelidikan lanjutan masih berjalan. Dugaan sementara, bayi sengaja dibuang ke aliran sungai segera setelah dilahirkan untuk menghilangkan jejak. Namun, petugas masih mendalami apakah bayi dibuang dalam keadaan hidup atau sudah meninggal dunia.
“Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi penemuan. Lalu, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan desa untuk memantau data kehamilan warga. Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus penemuan Mayat Bayi di Campaka ini hingga pelaku ditemukan,” pungkasnya.
Penemuan ini menambah daftar panjang kasus pembuangan bayi di wilayah Cianjur, yang memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan masyarakat. Warga berharap pihak berwajib dapat segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan keji tersebut di hadapan hukum.***




















