Menu

Mode Gelap
Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar HMI Cianjur: Pernyataan Cak Imin Berpotensi Mencederai Nilai Inklusivitas NU Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa KKN, ABC Desak Kampus Perkuat Pembinaan Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah PJU Padam di Sejumlah Jalan Nasional Cianjur, Dishub Minta Kemenhub Segera Bertindak Dua Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan Warga Usai Kepergok Bermesraan

Berita

Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Cianjur, Pemkab Hentikan Izin Perumahan Baru

badge-check

Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Cianjur, Pemkab Hentikan Izin Perumahan Baru Perbesar

CIANJUR TIMES – Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen mempertahankan keberadaan lahan pangan dari ancaman alih fungsi. Dalam delapan tahun terakhir, sekitar 900 hektar lahan produktif telah beralih menjadi kawasan perumahan dan industri. Pemkab kini mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara izin alih fungsi lahan.

Saat ini Cianjur memiliki 66 ribu hektar lahan pertanian dengan produksi mencapai 230 ribu ton padi. Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam ini harus dilindungi. Ia ingin ketersediaan pangan di Cianjur tetap terjaga demi masa depan daerah.

“Ini yang harus dipertahankan keberlangsungan lahan pertanian. Ke depannya tidak hanya surplus, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan untuk daerah lain,” ujar Ramzi, Rabu (24/12/2025).

Jalankan Instruksi Gubernur Terkait Moratorium Izin

Langkah penghentian izin ini merupakan tindak lanjut dari peraturan Gubernur Jawa Barat. Keputusan tersebut diambil berkaca dari serangkaian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Ramzi memastikan Cianjur akan menjalankan aturan tersebut dengan konsisten dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah kita mendapatkan satu keputusan yang sangat luar biasa. Dari Pak Gubernur mengeluarkan peraturan untuk tidak mengizinkan perizinan untuk perumahan. Jadi dengan sangat tegas mengeluarkan peraturan itu. Cianjur pun akan menjalankan itu untuk sementara waktu,” tegas Ramzi.

Ia menekankan bahwa sektor pertanian merupakan skala prioritas utama pemerintah saat ini. Meskipun industri dan pemukiman tetap dibutuhkan, perlindungan Lahan Pertanian Cianjur tidak bisa ditawar. Pemerintah ingin meminimalisir risiko bencana akibat hilangnya area resapan dan lahan hijau.

Dorong Regenerasi Melalui Program Petani Milenial

Selain melindungi lahan, Pemkab Cianjur fokus menciptakan regenerasi petani melalui keterlibatan kaum muda. Saat ini terdapat 290 ribu petani di Cianjur, namun mayoritas sudah berada di atas usia produktif. Ramzi mengajak generasi milenial dan Gen-Z untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai profesi membanggakan.

“Ini PR kita nih, anak-anak Gen-Z, anak-anak milenial, memang beda banget dengan generasi sebelumnya. Tapi kita harus bisa mengarahkan mereka untuk mau menjadi generasi petani,” kata Ramzi.

Pemerintah juga menggandeng Karang Taruna untuk mencetak petani muda yang mandiri. Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Deli Setia Permana, menyambut baik potensi ribuan anggotanya. Ia mendorong pemanfaatan lahan desa hingga sistem hidroponik bagi pemuda di perkotaan.

“Saya arahkan nanti semua harus bertani, agar regenerasi petani bisa berlanjut,” pungkas Deli.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pilkades digital cianjur

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah

29 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Desil

PJU Padam di Sejumlah Jalan Nasional Cianjur, Dishub Minta Kemenhub Segera Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Pju padam

Dua Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan Warga Usai Kepergok Bermesraan

27 Agustus 2026 - 06:52 WIB

Mahasiswa kkn cianjur

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur
Trending di Berita