Menu

Mode Gelap
Kompor Gas Lupa Dimatikan, Tiga Tempat Usaha di Cilaku Cianjur Ludes Terbakar Banjir Rendam 30 Rumah di Cianjur, BPBD Evakuasi Warga ke Tempat Aman Link CCTV ATCS Cianjur Terbaru untuk Pantau Kemacetan Saat Mapag Jawara Persib Polres Cianjur Gelar ‘Mapag Jawara’ Sambut Robi Darwis dan Kakang Rudianto Kebakaran di Cugenang Cianjur, Rumah dan Gudang Bengkel Hangus Diduga Akibat Korsleting Usai Euforia Persib Juara Hattrick, Polisi Amankan Pembawa Sajam dan Kendaraan Brong di Cianjur

Berita

Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Cianjur, Pemkab Hentikan Izin Perumahan Baru

badge-check


					Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Cianjur, Pemkab Hentikan Izin Perumahan Baru Perbesar

CIANJUR TIMES – Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen mempertahankan keberadaan lahan pangan dari ancaman alih fungsi. Dalam delapan tahun terakhir, sekitar 900 hektar lahan produktif telah beralih menjadi kawasan perumahan dan industri. Pemkab kini mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara izin alih fungsi lahan.

Saat ini Cianjur memiliki 66 ribu hektar lahan pertanian dengan produksi mencapai 230 ribu ton padi. Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam ini harus dilindungi. Ia ingin ketersediaan pangan di Cianjur tetap terjaga demi masa depan daerah.

“Ini yang harus dipertahankan keberlangsungan lahan pertanian. Ke depannya tidak hanya surplus, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan untuk daerah lain,” ujar Ramzi, Rabu (24/12/2025).

Jalankan Instruksi Gubernur Terkait Moratorium Izin

Langkah penghentian izin ini merupakan tindak lanjut dari peraturan Gubernur Jawa Barat. Keputusan tersebut diambil berkaca dari serangkaian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Ramzi memastikan Cianjur akan menjalankan aturan tersebut dengan konsisten dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah kita mendapatkan satu keputusan yang sangat luar biasa. Dari Pak Gubernur mengeluarkan peraturan untuk tidak mengizinkan perizinan untuk perumahan. Jadi dengan sangat tegas mengeluarkan peraturan itu. Cianjur pun akan menjalankan itu untuk sementara waktu,” tegas Ramzi.

Ia menekankan bahwa sektor pertanian merupakan skala prioritas utama pemerintah saat ini. Meskipun industri dan pemukiman tetap dibutuhkan, perlindungan Lahan Pertanian Cianjur tidak bisa ditawar. Pemerintah ingin meminimalisir risiko bencana akibat hilangnya area resapan dan lahan hijau.

Dorong Regenerasi Melalui Program Petani Milenial

Selain melindungi lahan, Pemkab Cianjur fokus menciptakan regenerasi petani melalui keterlibatan kaum muda. Saat ini terdapat 290 ribu petani di Cianjur, namun mayoritas sudah berada di atas usia produktif. Ramzi mengajak generasi milenial dan Gen-Z untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai profesi membanggakan.

“Ini PR kita nih, anak-anak Gen-Z, anak-anak milenial, memang beda banget dengan generasi sebelumnya. Tapi kita harus bisa mengarahkan mereka untuk mau menjadi generasi petani,” kata Ramzi.

Pemerintah juga menggandeng Karang Taruna untuk mencetak petani muda yang mandiri. Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Deli Setia Permana, menyambut baik potensi ribuan anggotanya. Ia mendorong pemanfaatan lahan desa hingga sistem hidroponik bagi pemuda di perkotaan.

“Saya arahkan nanti semua harus bertani, agar regenerasi petani bisa berlanjut,” pungkas Deli.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kompor Gas Lupa Dimatikan, Tiga Tempat Usaha di Cilaku Cianjur Ludes Terbakar

26 Mei 2026 - 11:48 WIB

kebakaran di Cilaku

Banjir Rendam 30 Rumah di Cianjur, BPBD Evakuasi Warga ke Tempat Aman

24 Mei 2026 - 21:03 WIB

banjir cianjur

Link CCTV ATCS Cianjur Terbaru untuk Pantau Kemacetan Saat Mapag Jawara Persib

24 Mei 2026 - 20:43 WIB

cctv atcs cianjur

Polres Cianjur Gelar ‘Mapag Jawara’ Sambut Robi Darwis dan Kakang Rudianto

24 Mei 2026 - 20:20 WIB

mapag jawara

Kebakaran di Cugenang Cianjur, Rumah dan Gudang Bengkel Hangus Diduga Akibat Korsleting

24 Mei 2026 - 12:38 WIB

kebakaran di cugenang
Trending di Berita