Menu

Mode Gelap
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

Berita

Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Cianjur, Pemkab Hentikan Izin Perumahan Baru

badge-check


					Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Cianjur, Pemkab Hentikan Izin Perumahan Baru Perbesar

CIANJUR TIMES – Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen mempertahankan keberadaan lahan pangan dari ancaman alih fungsi. Dalam delapan tahun terakhir, sekitar 900 hektar lahan produktif telah beralih menjadi kawasan perumahan dan industri. Pemkab kini mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara izin alih fungsi lahan.

Saat ini Cianjur memiliki 66 ribu hektar lahan pertanian dengan produksi mencapai 230 ribu ton padi. Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam ini harus dilindungi. Ia ingin ketersediaan pangan di Cianjur tetap terjaga demi masa depan daerah.

“Ini yang harus dipertahankan keberlangsungan lahan pertanian. Ke depannya tidak hanya surplus, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan untuk daerah lain,” ujar Ramzi, Rabu (24/12/2025).

Jalankan Instruksi Gubernur Terkait Moratorium Izin

Langkah penghentian izin ini merupakan tindak lanjut dari peraturan Gubernur Jawa Barat. Keputusan tersebut diambil berkaca dari serangkaian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Ramzi memastikan Cianjur akan menjalankan aturan tersebut dengan konsisten dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah kita mendapatkan satu keputusan yang sangat luar biasa. Dari Pak Gubernur mengeluarkan peraturan untuk tidak mengizinkan perizinan untuk perumahan. Jadi dengan sangat tegas mengeluarkan peraturan itu. Cianjur pun akan menjalankan itu untuk sementara waktu,” tegas Ramzi.

Ia menekankan bahwa sektor pertanian merupakan skala prioritas utama pemerintah saat ini. Meskipun industri dan pemukiman tetap dibutuhkan, perlindungan Lahan Pertanian Cianjur tidak bisa ditawar. Pemerintah ingin meminimalisir risiko bencana akibat hilangnya area resapan dan lahan hijau.

Dorong Regenerasi Melalui Program Petani Milenial

Selain melindungi lahan, Pemkab Cianjur fokus menciptakan regenerasi petani melalui keterlibatan kaum muda. Saat ini terdapat 290 ribu petani di Cianjur, namun mayoritas sudah berada di atas usia produktif. Ramzi mengajak generasi milenial dan Gen-Z untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai profesi membanggakan.

“Ini PR kita nih, anak-anak Gen-Z, anak-anak milenial, memang beda banget dengan generasi sebelumnya. Tapi kita harus bisa mengarahkan mereka untuk mau menjadi generasi petani,” kata Ramzi.

Pemerintah juga menggandeng Karang Taruna untuk mencetak petani muda yang mandiri. Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Deli Setia Permana, menyambut baik potensi ribuan anggotanya. Ia mendorong pemanfaatan lahan desa hingga sistem hidroponik bagi pemuda di perkotaan.

“Saya arahkan nanti semua harus bertani, agar regenerasi petani bisa berlanjut,” pungkas Deli.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat

CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

8 Juni 2026 - 08:35 WIB

ccn

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur
Trending di Berita