Menu

Mode Gelap
Cianjur Book Party Hidupkan Semangat Literasi Lewat “Mei Membaca” di Perpustakaan Daerah Travel Cianjur Jakarta Terbaik 2026, Ada Shuttle hingga Door to Door Bansos PKH Mei 2026 Cair, Begini Cara Cek Nama Penerima Lewat HP Cuaca Ekstrem Ancam Libur Panjang, BPBD Cianjur Siagakan Petugas di Tempat Wisata Retribusi Cibodas Rp7 Ribu Resmi Berlaku, Pemkab Kejar PAD Rp2,4 Miliar 19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita

Mahasiswa Desak Hentikan MBG Cianjur, Sebut Program Minim Pengawasan

badge-check


					Pengurus BEM Hukum Unsur, Aurel Sulton Hakim Perbesar

Pengurus BEM Hukum Unsur, Aurel Sulton Hakim

CIANJUR TIMES – Maraknya dugaan kasus keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu reaksi keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Suryakancana. Mahasiswa secara tegas mendesak pemerintah agar menghentikan sementara program ini sampai ada perbaikan sistemik.

Pengurus BEM Hukum Unsur, Aurel Sulton Hakim, menilai program ini minim pengawasan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Ia juga menyoroti berbagai persoalan di lapangan, seperti kurangnya transparansi informasi dan kasus keracunan massal.

“Program ini seharusnya menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat dan produktif. Namun, implementasi di lapangan tidak mencerminkan komitmen tersebut,” ungkap Aurel.

Polemik MBG : Tak ada Tawar Menawar untuk Keselamatan Anak

Aurel menegaskan, jika program sebesar ini tidak ada pengawasan secara ketat, maka MBG berpotensi menjadi program yang gagal dan membahayakan masa depan generasi emas Indonesia.

Senada, Ketua BEM Hukum Unsur, Arez, menyampaikan bahwa kasus keracunan yang menimpa anak-anak sekolah bukanlah hal sepele. Ia melihat ini sebagai bukti nyata kurangnya pengawasan dari instansi terkait.

“Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita. Tidak ada toleransi. Pengawasan terhadap kualitas dan distribusi makanan harus ada peningkatan,” ucap Arez.

Para mahasiswa akhirnya mendesak pemberhentian sementara pelaksanaan MBG di Kabupaten Cianjur. Tuntutan ini mereka ajukan hingga ada perbaikan sistem dan birokrasi pelaksanaan secara menyeluruh.

“Kami mendesak agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Cianjur dihentikan sementara, sampai ada transparansi dan perbaikan menyeluruh dalam sistem pengawasan dan distribusinya,” tegas Arez.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cianjur Book Party Hidupkan Semangat Literasi Lewat “Mei Membaca” di Perpustakaan Daerah

18 Mei 2026 - 05:54 WIB

cianjur book party

Travel Cianjur Jakarta Terbaik 2026, Ada Shuttle hingga Door to Door

15 Mei 2026 - 19:33 WIB

travel cianjur jakarta

Bansos PKH Mei 2026 Cair, Begini Cara Cek Nama Penerima Lewat HP

15 Mei 2026 - 19:04 WIB

bansos

Cuaca Ekstrem Ancam Libur Panjang, BPBD Cianjur Siagakan Petugas di Tempat Wisata

15 Mei 2026 - 18:51 WIB

Bencana di cianjur

Retribusi Cibodas Rp7 Ribu Resmi Berlaku, Pemkab Kejar PAD Rp2,4 Miliar

15 Mei 2026 - 18:40 WIB

tiket masuk cibodas
Trending di Berita