Menu

Mode Gelap
Konvoi Tanpa Helm dan Bawa Golok, Enam Anggota Geng Motor di Cianjur Diamankan Polisi 23 Kios Ilegal di Jalur Cianjur-Bandung Dibongkar, Diduga Kerap Jadi Tempat Pesta Miras Tahun Baru Islam di Lebak Pasar Cipanas, Warga Gelar Pawai Obor dan Bedah Sejarah Kampung PMI Asal Cianjur Diiming-imingi Rp5 Juta untuk Kerja di Turki, Ternyata Diberangkatkan Ilegal ke Libya Bulog Cianjur Pastikan Minyakita Bantuan Pangan Aman dari Kasus Bau Solar di Jawa Tengah Pertamina Buka Rekrutmen Magang 2026, Sediakan Lebih dari 400 Posisi untuk Fresh Graduate

Berita

Mahasiswa Desak Hentikan MBG Cianjur, Sebut Program Minim Pengawasan

badge-check


					Pengurus BEM Hukum Unsur, Aurel Sulton Hakim Perbesar

Pengurus BEM Hukum Unsur, Aurel Sulton Hakim

CIANJUR TIMES – Maraknya dugaan kasus keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu reaksi keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Suryakancana. Mahasiswa secara tegas mendesak pemerintah agar menghentikan sementara program ini sampai ada perbaikan sistemik.

Pengurus BEM Hukum Unsur, Aurel Sulton Hakim, menilai program ini minim pengawasan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Ia juga menyoroti berbagai persoalan di lapangan, seperti kurangnya transparansi informasi dan kasus keracunan massal.

“Program ini seharusnya menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat dan produktif. Namun, implementasi di lapangan tidak mencerminkan komitmen tersebut,” ungkap Aurel.

Polemik MBG : Tak ada Tawar Menawar untuk Keselamatan Anak

Aurel menegaskan, jika program sebesar ini tidak ada pengawasan secara ketat, maka MBG berpotensi menjadi program yang gagal dan membahayakan masa depan generasi emas Indonesia.

Senada, Ketua BEM Hukum Unsur, Arez, menyampaikan bahwa kasus keracunan yang menimpa anak-anak sekolah bukanlah hal sepele. Ia melihat ini sebagai bukti nyata kurangnya pengawasan dari instansi terkait.

“Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita. Tidak ada toleransi. Pengawasan terhadap kualitas dan distribusi makanan harus ada peningkatan,” ucap Arez.

Para mahasiswa akhirnya mendesak pemberhentian sementara pelaksanaan MBG di Kabupaten Cianjur. Tuntutan ini mereka ajukan hingga ada perbaikan sistem dan birokrasi pelaksanaan secara menyeluruh.

“Kami mendesak agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Cianjur dihentikan sementara, sampai ada transparansi dan perbaikan menyeluruh dalam sistem pengawasan dan distribusinya,” tegas Arez.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konvoi Tanpa Helm dan Bawa Golok, Enam Anggota Geng Motor di Cianjur Diamankan Polisi

5 Juli 2026 - 16:47 WIB

Geng motor di cianjur

23 Kios Ilegal di Jalur Cianjur-Bandung Dibongkar, Diduga Kerap Jadi Tempat Pesta Miras

5 Juli 2026 - 07:41 WIB

Kios ilegal

Tahun Baru Islam di Lebak Pasar Cipanas, Warga Gelar Pawai Obor dan Bedah Sejarah Kampung

4 Juli 2026 - 23:21 WIB

Kampung Lebak Pasar

PMI Asal Cianjur Diiming-imingi Rp5 Juta untuk Kerja di Turki, Ternyata Diberangkatkan Ilegal ke Libya

3 Juli 2026 - 15:08 WIB

pmi asal cianjur

Bulog Cianjur Pastikan Minyakita Bantuan Pangan Aman dari Kasus Bau Solar di Jawa Tengah

3 Juli 2026 - 14:52 WIB

minyakita bau solar
Trending di Berita