Menu

Mode Gelap
19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar Perumdam Cianjur Beri Diskon Bayar Tagihan Air di Tokopedia Selama Mei 2026 Jabar Bergerak Zillenial Cianjur Tanam 60 Pohon Endemik di Kawasan TNGGP 1.500 Guru Honorer Cianjur Masih Menunggu Kepastian Status PPPK Musim Hujan, Sungai Cikundul Cianjur Dipenuhi Sampah Kiriman hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita

Balita di Sukabumi Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing, Gubernur Jabar Beri Reaksi Keras

badge-check


					Tangkapan layar dari Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin Perbesar

Tangkapan layar dari Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin

CIANJUR TIMES – Seorang balita perempuan berusia tiga tahun di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing. Kasus tragis ini mendapat sorotan luas, bahkan memicu reaksi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengecam dan mengancam memberikan sanksi kepada perangkat desa setempat.

Balita meninggal karena badan penuh cacing ini bernama Raya. Menurut Pejabat Humas dan dokter IGD RSUD Syamsudin, dr. Irfan, Raya tiba di instalasi gawat darurat pada 13 Juli 2025 dalam kondisi tidak sadarkan diri. “Pasien datang dibawa keluarga dan tim pengantar dalam keadaan tidak sadar. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan syok atau kekurangan cairan berat,” kata dr. Irfan.

Saat mendapat penanganan di IGD, sebuah kejadian mengejutkan terjadi. “Tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kami mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing,” jelasnya.

Setelah kondisinya sedikit stabil, Raya mendapat rujukan ke ruang PICU untuk penanganan intensif. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan infeksi yang menyerang tubuhnya adalah askariasis, penyakit akibat cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Infeksi ini umumnya terjadi ketika telur cacing tertelan, baik melalui makanan, minuman, maupun tangan yang kotor.

“Telur akan menetas di usus, lalu berkembang jadi larva yang bisa menyebar lewat aliran darah ke organ-organ, bahkan otak. Itu sebabnya pasien bisa tidak sadar,” terang dr. Irfan. “Yang sering kita temukan di paru, makanya kenapa cacing bisa keluar lewat saluran napas kita. Kalau kondisi tidak sadar, cacing dengan leluasa bisa bergerak ke mana-mana, termasuk ke BAB-nya juga, karena banyak sekali cacingnya. Sudah dipastikan sarang utamanya ada di usus,” sambungnya.

Dr. Irfan menambahkan, kondisi lingkungan tempat tinggal Raya turut berpengaruh. Keluarganya tinggal di rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya, yang berpotensi menjadi sarang cacing.

Gubernur Jabar Bereaksi Keras, Ancam Sanksi Desa Terhadap Kasus Balita Penuh Cacing di Sukabumi

Meninggalnya Raya memicu respons keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagramnya, Dedi menyampaikan keprihatinannya dan permohonan maaf atas nama pemerintah.

“Saya merasa prihatin dan rasa kecewa yang mendalam dan permohonan maaf atas meninggalnya balita berusia tiga tahun dan dalam tubuhnya dipenuhi cacing,” ujar Dedi.

Dedi Mulyadi bahkan mengancam akan memberikan sanksi kepada perangkat desa setempat jika terbukti lalai. “Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya minta agar tidak ada lagi kasus balita meninggal karena badan penuh cacing akibat kelalaian lingkungan. Jika ada perangkat desa yang tidak proaktif, akan kami berikan sanksi tegas,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya

13 Mei 2026 - 17:57 WIB

keracunan makanan

Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar

12 Mei 2026 - 19:55 WIB

desa sukaraharja

Perumdam Cianjur Beri Diskon Bayar Tagihan Air di Tokopedia Selama Mei 2026

12 Mei 2026 - 11:44 WIB

perumdam tirta mukti cianjur

Jabar Bergerak Zillenial Cianjur Tanam 60 Pohon Endemik di Kawasan TNGGP

12 Mei 2026 - 09:16 WIB

Jabar Bergerak Zillenial Cianjur

1.500 Guru Honorer Cianjur Masih Menunggu Kepastian Status PPPK

12 Mei 2026 - 08:57 WIB

guru honorere cianjur
Trending di Berita