Menu

Mode Gelap
Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar HMI Cianjur: Pernyataan Cak Imin Berpotensi Mencederai Nilai Inklusivitas NU Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa KKN, ABC Desak Kampus Perkuat Pembinaan Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah PJU Padam di Sejumlah Jalan Nasional Cianjur, Dishub Minta Kemenhub Segera Bertindak Dua Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan Warga Usai Kepergok Bermesraan

Berita

Bangunan di Bantaran Sungai Ilegal, Warga Siap Bongkar Mandiri

badge-check

Bangunan di Bantaran Sungai Ilegal, Warga Siap Bongkar Mandiri Perbesar

Cianjur, cianjurtimes.com – Cianjur diguncang banjir beberapa waktu lalu, merendam empat kecamatan di Jawa Barat: Cilaku, Cibeber, Warungkondang, dan Karangtengah. Penyebab utama banjir adalah penyempitan daerah aliran sungai (DAS) akibat maraknya bangunan permanen ilegal di sekitar bantaran sungai.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa banyak bangunan berdiri di atas dan sepanjang sempadan sungai secara ilegal.

“Kami telah berdiskusi dengan warga yang tinggal di bantaran sungai, wilayah terdampak banjir pekan lalu. Hasilnya, mereka bersedia membongkar bangunan mereka secara mandiri,” ungkap Wahyu di Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis (13/3).

Pemerintah Kabupaten Cianjur terus melakukan pendekatan persuasif agar warga memahami dan menyadari bahwa bangunan mereka berada di kawasan terlarang. Sebagian besar warga adalah pendatang yang hanya membeli bangunan tanpa memperhatikan legalitas tanah.

“Masyarakat hanya membeli rumah untuk tempat tinggal dengan harga murah, tanpa peduli legalitas tanah dan bangunan. Sebagian besar memang pendatang,” jelas Wahyu.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memberikan ganti rugi untuk bangunan di bantaran sungai yang terkena gusur, meskipun jumlahnya belum terperinci. Wahyu menegaskan, program normalisasi sungai akan segera terlaksana untuk mencegah banjir.

“Penyempitan aliran sungai terjadi karena tanah tersebut bukan milik mereka. Masyarakat hanya membeli bangunan tanpa peduli surat legalitas tanah seperti SHM,” ujarnya.

Kawasan Sempadan Sungai akan Jadi Milik Negara

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, sepakat untuk mengklaim kawasan sempadan sungai di Jawa Barat sebagai milik negara. Kesepakatan ini tercapai dalam rapat di Balai Kota Depok, Selasa (11/3/2025).

Dedi Mulyadi berkomitmen untuk menyinkronkan setiap daerah dalam menyusun tata ruang yang sehat melalui pengukuran tanah di sempadan sungai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pengukuran ini bertujuan mengembalikan fungsi sungai sesuai peruntukannya, yaitu memperlebar badan sungai dan menormalkan kapasitas tampung air.

“Ini adalah solusi dari menteri kebanggaan kita untuk masyarakat Jawa Barat. Pemerintah Provinsi akan membiayai pengukuran seluruh DAS agar Jawa Barat terbebas dari banjir,” kata Dedi di Depok, seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pilkades digital cianjur

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah

29 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Desil

PJU Padam di Sejumlah Jalan Nasional Cianjur, Dishub Minta Kemenhub Segera Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Pju padam

Dua Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan Warga Usai Kepergok Bermesraan

27 Agustus 2026 - 06:52 WIB

Mahasiswa kkn cianjur

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur
Trending di Berita