CIANJUR TIMES, Cipanas – Ratusan warga Kampung Lebak Pasar RW 05, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan pawai obor, peresmian Pojok UMKM, dan bedah sejarah kampung pada Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan diawali dengan pawai obor yang oodiikuti warga dari berbagai kelompok usia. Barisan warga berjalan menyusuri jalan kampung sebelum berkumpul di Saung Lemon yang menjadi pusat kegiatan malam itu.
Setibanya di lokasi, penampilan kesenian hadroh menyambut kedatangan pawai obor. Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan selawat, dan penampilan grup rebana dari para remaja setempat.
BACA JUGA : Bupati Cianjur Hadiri Rembug Warga di Kampung Istimewa Lebak Pasar
Ketua RW 05 Kampung Lebak Pasar, Syadidudin, mengapresiasi kerja keras panitia yang berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, sebagian besar kepanitiaan justru diisi oleh kaum perempuan.
“Hampir delapan puluh persen panitia adalah perempuan-perempuan hebat, mulai dari ketua hingga bendahara. Mereka bekerja keras sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Syadidudin.
Ia berharap momentum Tahun Baru Islam dapat mempererat hubungan antarwarga dan menjaga semangat kebersamaan di lingkungan Kampung Lebak Pasar.
“Kita jaga kampung ini dan pelihara semangat kebersamaan ini. Jangan sampai ikatan persaudaraan warga luntur setelah acara ini selesai,” katanya.

Kepala Desa Palasari, M Ridwan, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengaku bangga melihat kekompakan masyarakat yang terus menjaga tradisi dan kebersamaan di kampungnya.
Menurut Ridwan, konsep kegiatan yang warga Lebak Pasar selenggarakan menjadi salah satu inspirasi bagi lahirnya program Rembug Warga di tingkat Kabupaten Cianjur.
“Kampung Lebak Pasar ini sangat luar biasa hingga menjadi inspirasi bagi Bupati Cianjur. Kemeriahan konsep acara Kampung Istimewa di sini menginspirasi beliau untuk membuat program Rembug Warga tingkat kabupaten,” ujarnya.
Peresmian Pojok UMKM untuk Warga Lebak Pasar
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Palasari juga meresmikan Pojok UMKM melalui prosesi pemotongan tumpeng. Fasilitas tersebut dapat warga manfaatkan sebagai wadah promosi dan pemasaran produk pelaku usaha mikro di lingkungan desa.
“Saya berharap Pojok UMKM ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Lebak Pasar, tetapi juga dapat merangkul seluruh pelaku usaha di Desa Palasari,” kata Ridwan.

Memasuki sesi utama bertajuk Alas Babat Tanah Lebak Pasar, sesepuh kampung Junaedin Abdillah atau Abah Jujun memaparkan sejarah dan perjalanan Kampung Lebak Pasar di hadapan warga.
Berdasarkan penuturan dan catatan yang dimiliki masyarakat setempat, kawasan tersebut telah dihuni sejak lebih dari dua abad lalu. Namun, struktur sosial dan administrasi kampung mulai tercatat secara lebih teratur pada tahun 1891.
Abah Jujun juga mengajak generasi muda untuk menjaga sejarah dan identitas kampung agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Rangkaian peringatan Tahun Baru Islam ini berlajut dengan tausiah dan doa bersama oleh Ustad Aceng Zaenudin.

Sebelum acara usai, panitia juga menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan Kampung Lebak Pasar. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud syukur dalam momentum pergantian Tahun Baru Islam.
Seluruh warga selanjutnya membaur menikmati makan malam bersama sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga.***










