CIANJUR TIMES, Cianjur – Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur menggelar razia pelajar yang membolos saat jam sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpul pelajar pada jam belajar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi antara Satpol PP dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharga Cianjur terkait pengawasan kedisiplinan pelajar.
“Berdasarkan hasil rapat pada Senin lalu bersama Dinas Pendidikan, kami juga meminta para kepala sekolah untuk terus memberikan imbauan kepada para pelajar, terlebih saat ini sedang berlangsung proses penerimaan siswa baru,” ujar Djoko Purnomo, mengutip dari Pakar Online, Rabu (24/6/2026).
Razia berlangsung di sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar pada jam sekolah, seperti taman kota, warung internet, pusat perbelanjaan, hingga sejumlah tempat usaha yang berada di kawasan perkotaan.
BACA JUGA : Aksi Tawuran Pelajar Pecah di Cugenang Cianjur, Polisi Selidiki Identitas Pelaku
Razia Berdasarkan Hasil Koordinasi
Djoko menjelaskan, upaya pembinaan terhadap pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, hal ini juga membutuhkan peran aktif pihak sekolah dan orang tua.
Menurutnya, sekolah saat ini terus memberikan imbauan kepada para siswa agar tidak berada di luar lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung.
“Sekolah-sekolah saat ini terus secara masif memberikan imbauan kepada para pelajar. Kami hanya melakukan penindakan di lapangan. Selanjutnya, para siswa yang terjaring akan kami serahkan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk mendapatkan pembinaan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Satpol PP bertugas menjaga ketertiban umum di ruang publik. Sementara proses pembinaan lanjutan menjadi kewenangan sekolah dan keluarga.
Pelajar yang terjaring razia akan petugas bawa ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan sejumlah keterangan. Setelah proses pendataan selesai, petugas menghubungi pihak sekolah dan orang tua untuk melakukan pembinaan lebih lanjut.
Langkah tersebut sebagai bentuk pencegahan agar para pelajar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Satpol PP Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
Djoko mengungkapkan, sejumlah pelajar yang sebelumnya terjaring razia berhasil petugas amankan berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil patroli rutin petugas di lapangan.
“Memang sebelumnya ada beberapa pelajar yang sempat kami amankan. Rata-rata berawal dari laporan masyarakat atau saat petugas sedang melaksanakan patroli,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut membantu menjaga ketertiban lingkungan. Khususnya dengan melaporkan keberadaan pelajar yang berada di luar sekolah pada jam belajar.
Satpol PP juga mengimbau para pemilik usaha dan pedagang untuk tidak memberikan ruang bagi pelajar berseragam yang berada di luar sekolah tanpa alasan yang jelas pada jam pelajaran berlangsung.
Ke depan, patroli dan razia pelajar bolos akan terus berjalan. Sejumlah titik yang rawan menjadi lokasi berkumpul pelajar saat jam sekolah menjadi prioritas petugas.***
















