CIANJUR TIMES, Cilaku – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Kampung Pasirhampa, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Senin (25/5/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu menghanguskan tiga bangunan tempat usaha milik warga dengan taksiran kerugian mencapai Rp100 juta.
Berdasarkan informasi yang Cianjur TImes himpun di lokasi, api pertama kali muncul dari salah satu bangunan usaha sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Material bangunan dengan dominasi bahan semi permanen membuat kobaran api cepat membesar.
Tiga bangunan yang terdampak terdiri dari warung kopi, toko material, serta bangunan penginapan sederhana yang biasa karyawan warung tempati.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Beruntung, lokasi kejadian tidak jauh dari markas Damkar sehingga proses penanganan bisa berlangsung cepat.
BACA JUGA : Kebakaran di Cugenang Cianjur, Rumah dan Gudang Bengkel Hangus Akibat Korsleting
Damkar Cianjur Kerahkan 15 Personel
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim gabungan bergerak cepat untuk mencegah api merembet ke rumah warga lainnya.
“Iya tadi begitu kami mendapatkan informasi kebakaran dari warga, kami langsung menuju lokasi yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari markas,” ujar petugas Damkar Cianjur, Reki.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan kobaran api. Dalam proses penanganan, Damkar Cianjur mengerahkan 15 personel, dua unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil tangki air milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Cianjur.
“Alhamdulillah saat pemadaman tidak ada kendala sehingga kami cukup mudah untuk melakukan pemadaman,” katanya.
Dugaan Api Berasal dari Kompor Gas
Reki menjelaskan, dugaan sementara pemicu kebakaran adalah kompor gas yang lupa penghuni matikan di salah satu area dapur bangunan usaha.
“Tidak diketahui pasti kompor yang lupa dimatikan itu sedang memasak apa. Informasi yang kami terima, api memang muncul akibat kompor,” katanya.
Meski kebakaran menghanguskan tiga bangunan usaha, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Para pekerja berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah melihat kepulan asap dan kobaran api muncul dari bangunan.
“Jadi tiga bangunan yang terbakar itu tempat usaha warga di sekitar lokasi, mulai dari warung kopi, toko material, sampai tempat penginapan karyawan warung kopi,” jelasnya.
Pihak Damkar bersama pemilik bangunan masih melakukan pendataan terkait total kerusakan dan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.
“Tadi berdasarkan informasi dari pemilik bangunan, kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta,” pungkas Reki.***
















