CIANJUR TIMES, Cianjur – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 20.022 warga telah mendaftar pada platform SIAPKerja sejak Maret 2025. Namun, hingga April 2026, data penempatan kerja di dalam sistem tersebut masih tercatat nol.
Staf Analisis Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Muhammad Dikhatama Yudha, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena sistem SIAPKerja belum sepenuhnya menampilkan data keberhasilan penempatan kerja secara otomatis.
“Secara sistem memang belum ada fitur yang menunjukkan pelamar sudah bekerja, sehingga di dalam sistem masih tercatat nol,” ujar Dikha, Senin (13/4/2026).
Meski demikian, berdasarkan data penempatan kerja formal di luar sistem, Disnakertrans mencatat sekitar 14.953 pencari kerja telah berhasil mendapatkan pekerjaan.
BACA JUGA : Jadi Tersangka Korupsi PJU Cianjur, Dadan Ginanjar Dinonaktifkan dari Jabatan Kadisnakertrans!
Dari total pendaftar SIAPKerja Cianjur, mayoritas berasal dari lulusan SMA atau sederajat, yakni sebanyak 14.779 orang.
Menurut Dikha, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan minat masyarakat terhadap platform digital pencari kerja cukup besar. Namun, optimalisasi sistem masih menghadapi sejumlah kendala.
Kendala Sistem dan Minimnya Laporan Perusahaan
Salah satu hambatan utama adalah belum optimalnya pelaporan lowongan kerja oleh perusahaan ke dalam sistem SIAPKerja.
“Perusahaan belum rutin melaporkan lowongan ke sistem. Saat ini kami sedang menyusun draft peraturan bupati agar pelaporan lowongan bisa diwajibkan,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah kendala teknis juga masih sering dikeluhkan pengguna, seperti keterlambatan kode OTP, masalah login, hingga kesulitan dalam navigasi sistem.
“Sebagian pencari kerja masih kesulitan menggunakan sistem karena fitur yang cukup kompleks,” tambahnya.
Untuk meningkatkan pemanfaatan platform SIAPKerja Cianjur, Disnakertrans telah melakukan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi ke sekolah, organisasi perangkat daerah, hingga layanan langsung ke masyarakat.
Pendampingan juga dilakukan melalui kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sejumlah sekolah, termasuk di wilayah selatan Cianjur.
Selain itu, Disnakertrans juga menggelar job fair online guna mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
“Posisi yang paling diminati saat ini di antaranya Crew Store dan Sales Associate. Sementara, lowongan yang tersedia didominasi bidang finance dan sales,” kata Dikha.
Dorong Pemanfaatan Fitur SIAPKerja
Dikha menilai platform SIAPKerja memiliki potensi besar dalam menekan angka pengangguran jika dimanfaatkan secara optimal.
Platform ini tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja, tetapi juga pelatihan dan sertifikasi. Selain itu, termasuk pengembangan keterampilan melalui berbagai fitur seperti Karirhub, Skillhub, dan Talenthub.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melengkapi profil dan meningkatkan keterampilan agar peluang kerja semakin terbuka,” pungkasnya.***




















