Menu ✖

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Polisi Periksa Bos Arisan Paket Lebaran Bodong di Cianjur, Ratusan Warga Jadi Korban

badge-check

Para peserta arisan paket lebaran yang kecewa mendatangi rumah DS (43), yang dikenal sebagai pengelola arisan. (Foto : dok Polres Cianjur). Perbesar

Para peserta arisan paket lebaran yang kecewa mendatangi rumah DS (43), yang dikenal sebagai pengelola arisan. (Foto : dok Polres Cianjur).

Cianjur Times – Kasus dugaan arisan paket Lebaran bodong di Cianjur mulai ditangani serius aparat kepolisian. Seorang perempuan berinisial DS (43), yang dikenal sebagai pengelola arisan, diamankan setelah rumahnya didatangi ratusan warga pada Rabu (18/3/2026).

Saat ini, DS tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cianjur guna mendalami dugaan penipuan terhadap para peserta arisan yang tidak menerima paket Lebaran sesuai janji.

Kapolres Cianjur, A Alexander Yurikho Hadi, menyampaikan bahwa status DS masih sebagai terlapor dan proses penyelidikan terus berjalan.

“Yang bersangkutan sudah kami amankan dan saat ini masih dimintai keterangan. Statusnya masih terlapor, kami akan dalami untuk penetapan tersangka,” ujarnya.

Ratusan Korban Arisan Paket Lebaran Mulai Melapor

Polisi mengungkapkan bahwa kasus ini berpotensi melibatkan ratusan korban dari beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, khususnya Kecamatan Cilaku dan Cibeber.

Sejauh ini, satu laporan resmi telah pihak kepolisian terima dan mewakili korban lainnya yang mengalami kerugian serupa.

“Kami sudah menerima laporan dari salah satu korban yang mewakili lainnya. Jumlah korban cukup banyak dan masih terus kami data,” tambah Kapolres.

Kasus arisan paket Lebaran bodong di Cianjur ini menjadi perhatian khusus karena terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri, saat masyarakat sangat membutuhkan kebutuhan pokok.

Dugaan Skema “Gali Lubang Tutup Lubang”

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bisnis arisan yang DS jalankan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, sistem yang ia gunakan tidak sehat dan mengarah pada praktik “gali lubang tutup lubang”.

Polisi juga menemukan indikasi bahwa pelaku memiliki utang hingga lebih dari Rp1 miliar, sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada peserta arisan.

“Dari hasil awal, yang bersangkutan diduga mengalami kesulitan keuangan dan tidak memiliki pemasukan untuk menutup kewajiban. Ini yang menyebabkan paket Lebaran tidak terealisasi,” jelasnya.

Pihak kepolisian kini masih menghitung total kerugian yang para korban alami sebelum menetapkan status hukum lebih lanjut.

Warga Sempat Geruduk Rumah Pelaku

Sebelumnya, ratusan warga mendatangi rumah DS di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku. Mereka menuntut kejelasan terkait paket sembako yang tak kunjung mereka terima meski Lebaran semakin dekat.

Warga datang secara berkelompok menggunakan sepeda motor dan mobil. Setibanya di lokasi, mereka langsung meluapkan kekecewaan dan menagih hak mereka.

Situasi sempat memanas, namun berhasil terkendali setelah aparat dari Polres Cianjur turun langsung ke lokasi.

Korban Mengaku Tak Dapat Kepastian

Salah satu peserta arisan, Papat Fatimah, mengaku telah mengikuti program tersebut selama beberapa tahun. Pada tahun ini, ia mengambil paket senilai Rp2,2 juta.

Namun hingga mendekati Lebaran, paket yang pelaku janjikan tidak kunjung peserta terima.

“Kami sudah beberapa kali menanyakan. Awalnya dijanjikan tanggal 28, lalu berubah jadi H-3 Lebaran. Tapi sekarang malah bilang uangnya tidak ada,” ungkapnya.

Pihak kepolisian memastikan akan menuntaskan kasus ini secara profesional, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Selain itu, polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengikuti program arisan, terutama yang menawarkan keuntungan besar tanpa sistem yang jelas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita