Cianjur Times – Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur menjamin pendistribusian air bersih ke rumah 42 ribu pelanggan tetap aman dan normal selama bulan puasa. Layanan ini mencakup seluruh pelanggan yang tersebar di 11 cabang di wilayah Kabupaten Cianjur.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa perubahan tingkat pemakaian air selama Ramadhan menjadi perhatian utama pihak manajemen. Hal ini berlaku khususnya bagi pelanggan yang menggunakan sumber air hasil pengolahan.
Penyesuaian Jadwal Pengolahan
Pihak perumdam melakukan langkah teknis khusus pada beberapa wilayah yang mengandalkan air olahan. Petugas akan memulai proses pengolahan pada pukul 02.00 WIB dini hari agar pasokan air tersedia saat masyarakat menyiapkan sahur.
“Setelah dilakukan pengolahan, air ke pelanggan sudah dapat mengalir mulai pukul 3:00 WIB. Karena saat bulan puasa, terutama saat sahur tingkat pemakaian meningkat,” kata Syamsul Hadi di Cianjur, Selasa (17/2/2026).
Langkah antisipasi ini bertujuan merespons lonjakan pemakaian air pada waktu sahur dan berbuka puasa. Tim teknis telah melakukan pemetaan mendalam, terutama untuk wilayah dengan jadwal pelayanan jam tertentu seperti Kecamatan Cibeber, Sindangbarang, Cidaun, dan sebagian Ciranjang.
Pasokan Air Wilayah Kota dan Kesiagaan Armada
Kondisi berbeda berlaku bagi pelanggan di wilayah Kota Cianjur. Perumdam Tirta Mukti memastikan aliran air tetap normal selama 24 jam penuh karena pasokan berasal langsung dari mata air tanpa melalui proses pengolahan.
Manajemen juga telah memeriksa seluruh saluran pipa induk utama untuk memastikan kondisinya tetap prima. Upaya ini meminimalkan risiko kendala pendistribusian dari wilayah utara hingga selatan Cianjur selama bulan suci.
“Kami melakukan pelayanan lebih prima pada saat bulan puasa. Karena pemakaian cukup tinggi, terutama saat berbuka dan sahur, kami pastikan air mengalir normal dan lancar,” tambahnya.
Selain kesiapan infrastruktur, Perumdam Tirta Mukti menyiagakan sekitar enam unit truk tangki air bersih. Armada ini berfungsi sebagai langkah antisipasi untuk mendistribusikan air secara langsung jika pelanggan mengalami kendala mendadak di lapangan.***




















