Menu

Mode Gelap
Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

Berita

Update Data, 273 Warga Terdampak Kasus Keracunan Massal di Cianjur

badge-check

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu. (Foto: cianjurtimes.com) Perbesar

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu. (Foto: cianjurtimes.com)

CIANJUR TIMES – Jumlah warga yang menjadi korban kasus keracunan massal di Cianjur kini mencapai 273 orang. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyebutkan bahwa ratusan korban tersebut tersebar di tiga wilayah kecamatan berbeda. Berdasarkan laporan terkini, para korban berasal dari Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon. Meskipun jumlahnya cukup besar, bupati memastikan bahwa secara umum kondisi para pasien saat ini sudah mulai berangsur membaik.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan ketat melalui puskesmas dan rumah sakit rujukan. Sebagian besar warga yang sempat mendapatkan perawatan medis kini sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Namun, tim medis tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya keluhan kesehatan susulan dari warga setempat.

Sebaran Korban di Tiga Kecamatan

Bupati Wahyu merinci bahwa laporan dari para camat menunjukkan angka yang bervariasi di setiap wilayah. Di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, tercatat ada 46 siswa sekolah dasar yang mengalami gejala usai menyantap menu tertentu. Selain itu, wilayah Cikalongkulon menyumbang angka tertinggi dengan 225 orang yang harus mendapatkan penanganan di Puskesmas Cijagang dan Puskesmas Cikalongkulon.

“Laporan dari para camat total warga yang mengalami gejala mencapai sekitar 273 orang. Namun secara umum, kondisi pasien berangsur membaik dan sebagian sudah pulang dari fasilitas kesehatan,” ujar Wahyu pada Rabu (28/1/2026). Ia juga menambahkan bahwa di Kecamatan Sukanagara terdapat dua murid SDN Sukarame yang masih menjalani perawatan karena mengeluh mual dan pusing.

Menunggu Hasil Laboratorium Provinsi

Pemerintah Kabupaten Cianjur saat ini masih menunggu kepastian penyebab utama kasus keracunan massal di Cianjur ini. Tim kesehatan sudah mengirimkan berbagai sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Wahyu menjelaskan bahwa jenis makanan yang para korban konsumsi cukup bervariasi, sehingga hasil laboratorium sangat penting untuk menentukan sumber racun yang sebenarnya.

“Hingga kini, beberapa sampel makanan dari beberapa sekolah tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi untuk pemeriksaan,” kata Wahyu. Ia menekankan pentingnya akurasi data sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut. “Untuk laporan makanan yang dikonsumsi bervariasi, ada yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan, ada pula yang mengonsumsi makanan lain,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri
Trending di Berita