Menu

Mode Gelap
RSUD Cimacan Gandeng Ombudsman Cegah Pungli, Gratifikasi, dan Praktik Percaloan Disdikpora Cianjur Wajibkan Sekolah Pasang Spanduk Anti-Pungli Selama SPMB 2026 Polsek Sukanagara Dampingi Panen Dua Ton Jagung Hibrida di Desa Sukarame Kelompok Tani Binangkit Terima Bantuan Alsintan dari Polsek Naringgul Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur

Berita

Update Data, 273 Warga Terdampak Kasus Keracunan Massal di Cianjur

badge-check


					Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu. (Foto: cianjurtimes.com) Perbesar

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu. (Foto: cianjurtimes.com)

CIANJUR TIMES – Jumlah warga yang menjadi korban kasus keracunan massal di Cianjur kini mencapai 273 orang. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyebutkan bahwa ratusan korban tersebut tersebar di tiga wilayah kecamatan berbeda. Berdasarkan laporan terkini, para korban berasal dari Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon. Meskipun jumlahnya cukup besar, bupati memastikan bahwa secara umum kondisi para pasien saat ini sudah mulai berangsur membaik.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan ketat melalui puskesmas dan rumah sakit rujukan. Sebagian besar warga yang sempat mendapatkan perawatan medis kini sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Namun, tim medis tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya keluhan kesehatan susulan dari warga setempat.

Sebaran Korban di Tiga Kecamatan

Bupati Wahyu merinci bahwa laporan dari para camat menunjukkan angka yang bervariasi di setiap wilayah. Di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, tercatat ada 46 siswa sekolah dasar yang mengalami gejala usai menyantap menu tertentu. Selain itu, wilayah Cikalongkulon menyumbang angka tertinggi dengan 225 orang yang harus mendapatkan penanganan di Puskesmas Cijagang dan Puskesmas Cikalongkulon.

“Laporan dari para camat total warga yang mengalami gejala mencapai sekitar 273 orang. Namun secara umum, kondisi pasien berangsur membaik dan sebagian sudah pulang dari fasilitas kesehatan,” ujar Wahyu pada Rabu (28/1/2026). Ia juga menambahkan bahwa di Kecamatan Sukanagara terdapat dua murid SDN Sukarame yang masih menjalani perawatan karena mengeluh mual dan pusing.

Menunggu Hasil Laboratorium Provinsi

Pemerintah Kabupaten Cianjur saat ini masih menunggu kepastian penyebab utama kasus keracunan massal di Cianjur ini. Tim kesehatan sudah mengirimkan berbagai sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Wahyu menjelaskan bahwa jenis makanan yang para korban konsumsi cukup bervariasi, sehingga hasil laboratorium sangat penting untuk menentukan sumber racun yang sebenarnya.

“Hingga kini, beberapa sampel makanan dari beberapa sekolah tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi untuk pemeriksaan,” kata Wahyu. Ia menekankan pentingnya akurasi data sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut. “Untuk laporan makanan yang dikonsumsi bervariasi, ada yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan, ada pula yang mengonsumsi makanan lain,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSUD Cimacan Gandeng Ombudsman Cegah Pungli, Gratifikasi, dan Praktik Percaloan

20 Juni 2026 - 20:16 WIB

rsud cimacan

Disdikpora Cianjur Wajibkan Sekolah Pasang Spanduk Anti-Pungli Selama SPMB 2026

20 Juni 2026 - 19:40 WIB

bantuan sekolah di cianjur

Polsek Sukanagara Dampingi Panen Dua Ton Jagung Hibrida di Desa Sukarame

20 Juni 2026 - 08:53 WIB

Polsek Sukanagara

Kelompok Tani Binangkit Terima Bantuan Alsintan dari Polsek Naringgul

20 Juni 2026 - 06:00 WIB

Polsek Naringgul

Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media

19 Juni 2026 - 09:19 WIB

Diskominfo Cianjur
Trending di Berita