Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Harga Melonjak, Pedagang Daging Sapi di Cianjur Gelar Aksi Mogok Massal

badge-check

Harga Melonjak, Pedagang Daging Sapi di Cianjur Gelar Aksi Mogok Massal Perbesar

CIANJUR TIMES – Puluhan lapak daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cianjur tampak kosong melongpong pada Minggu (25/1/2026). Para pedagang daging sapi di Cianjur sepakat menghentikan aktivitas berjualan sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga karkas dari tingkat distributor.

Aksi mogok massal ini rencananya akan berlangsung selama dua hari hingga Senin esok, menyusul harga jual ke konsumen yang kini menembus angka Rp150.000 per kilogram.

Pantauan di lokasi menunjukkan los khusus daging di Pasar Induk Cianjur dan Pasar Muka tidak menunjukkan aktivitas transaksi sama sekali. Para pedagang menilai tingginya harga modal membuat daya beli masyarakat merosot tajam, sehingga keuntungan mereka pun anjlok drastis. Jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi, para pedagang mengancam akan memperpanjang masa mogok tersebut.

Keluhan Harga Modal dari Rumah Potong Hewan

Salah seorang pedagang di Pasar Induk Cianjur, Endang Sunarya (58), menjelaskan bahwa keputusan mogok ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk menyikapi kenaikan harga sapi hidup. Menurutnya, harga sapi di tingkat rumah potong hewan terus merangkak naik dalam dua bulan terakhir. Hal ini otomatis memaksa pedagang menaikkan harga di tingkat pengecer yang justru berujung pada sepinya pembeli.

“Mulai Minggu sampai Senin ini kami semua kompak memutuskan untuk mogok berjualan. Ini didasari harga daging sapi yang terus naik. Sekarang harga daging sudah Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram,” ujar Endang Sunarya.

Ia memaparkan bahwa harga sapi hidup kini berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp61.000 per kilogram dari harga normal sebelumnya.

“Mending harga murah banyak pembeli, ketimbang harga naik pembeli berkurang,” tambahnya.

Dampak Harga Daging Sapi yang Naik

Dinas Koperasi, UMKM Perdagangan, dan Perindustrian (Diskuperdagin) Kabupaten Cianjur memantau aksi ini terjadi di tiga pasar besar, yakni Pasar Induk Cianjur, Pasar Muka, dan Pasar Cipanas. Meski telah melakukan upaya komunikasi dan membujuk agar tetap berjualan, pihak dinas mengakui bahwa tekanan harga sapi hidup memang berada di luar kendali para pedagang kecil.

Aksi mogok ini langsung memicu kebingungan bagi para pengusaha rumah makan, terutama pemilik warung nasi Padang yang sangat bergantung pada stok daging segar. Soni Bantani (49), seorang pemilik rumah makan, mengaku kesulitan mencari bahan baku untuk menu rendang andalannya.

“Ya bingung juga kalau penjual dagingnya mogok. Paling saya ganti sementara pakai daging beku, karena rendang itu harus ada setiap hari,” kata Soni. Ia berharap ketersediaan stok daging kembali normal agar tidak mengganggu operasional bisnis kuliner di wilayah tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemprov Jabar Gandeng 86 Rumah Sakit untuk Layanan Kesehatan Gratis, Empat di Antaranya Berada di Cianjur

12 Okt 2026 - 05:47 WIB

Pemprov Jabar Gandeng 86 Rumah Sakit untuk Layanan Kesehatan Gratis, Empat di Antaranya Berada di Cianjur

Jenazah Membusuk Ditemukan di Cibeber Cianjur, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

12 Okt 2026 - 04:59 WIB

Jenazah Membusuk Ditemukan di Cibeber Cianjur, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

HUT ke-19, RSUD Cimacan Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing

11 Okt 2026 - 20:24 WIB

HUT ke-19, RSUD Cimacan Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing

Perumdam Tirta Mukti Salurkan Air Bersih ke Tiga Kampung di Cibeber

11 Okt 2026 - 19:50 WIB

Perumdam Tirta Mukti Salurkan Air Bersih ke Tiga Kampung di Cibeber

Resah Saluran Air Dipakai BAB, Warga Pasang Pagar Bambu di Bekas Longsor Cugenang

11 Okt 2026 - 19:33 WIB

Resah Saluran Air Dipakai BAB, Warga Pasang Pagar Bambu di Bekas Longsor Cugenang
Trending di Berita