CIANJUR TIMES – Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, memulai lembaran baru pemerintahan tahun 2026 dengan melakukan penyegaran birokrasi. Uniknya, Bupati memilih gedung SDN Sekarwangi di Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, sebagai lokasi pelantikan pada Sabtu (10/1/2026). Langkah melakukan rotasi jabatan di Cianjur wilayah selatan ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian yang setara hingga ke wilayah pelosok.
Pelantikan ini menyasar puluhan pejabat, mulai dari tingkatan pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, hingga pengawas. Selain pejabat struktural, agenda ini juga mencakup alih tugas bagi sejumlah kepala sekolah dasar yang akan bertugas di berbagai wilayah strategis di Kabupaten Cianjur.
Fokus Peningkatan Kualitas SDM dan Pelayanan Publik
Dalam arahannya, Bupati Wahyu Ferdian menekankan bahwa posisi baru bagi para ASN merupakan amanah besar yang menuntut dedikasi serta integritas tinggi. Ia memandang perubahan formasi ini sebagai mesin penggerak untuk menjawab tantangan pembangunan di sektor pendidikan, ketahanan pangan, dan ekonomi masyarakat. Pemerintah ingin setiap pejabat yang dilantik mampu membawa perubahan positif pada instansi masing-masing.
“Momentum pelantikan ini, bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya penataan birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja profesional, berorientasi pada hasil, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutur Wahyu Ferdian. Beliau juga menggarisbawahi peran vital para pendidik. “Peran kepala sekolah dan pejabat struktural sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan mempercepat pembangunan daerah,” tambahnya.
Penerapan Prinsip Merit System dalam Penataan ASN
Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, Akos Koswara, menyebutkan bahwa pelaksanaan rotasi jabatan di Cianjur ini sepenuhnya mengacu pada evaluasi kinerja dan kompetensi. Melalui mekanisme merit system, pemerintah menempatkan individu sesuai dengan kebutuhan organisasi agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih efektif. Salah satu keputusan penting dalam agenda ini mencakup pengangkatan 32 kepala sekolah dasar. Yakni untuk wilayah Cikadu, Naringgul, Cidaun, Agrabinta, hingga Sindangbarang.
“Rotasi dan mutasi di pelantikan ini, mengacu pada beberapa Keputusan Bupati Cianjur. Di antaranya Keputusan Bupati Cianjur Nomor 800.1.3.3/Kep.12/BKPSDM/1/2026 tentang Alih Tugas dan Pengangkatan Kepala Sekolah Dasar di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur,” terang Akos.
Ia yakin langkah ini akan memperkokoh stabilitas organisasi. “Dengan pelantikan ini, Pemkab berharap roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Cianjur,” jelasnya.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, turut memberikan dukungan terhadap penyegaran ini sebagai langkah meningkatkan mutu pendidikan dasar. Ia mendorong para kepala sekolah baru segera berakselerasi di lingkungan kerja yang berbeda demi mencetak generasi emas. Momentum ini menjadi titik awal bagi para pejabat untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Cianjur di masa depan.***





















1 Komentar
Terkait mencetak generasi emas, saya harap pemerintah kabupaten cianjur, harus mengevalusi terkait kinerja juga kualitas kepala sekolah, diantaranya kepala sekolah kebanyakan tidak melek tekhnologi, salahsatunya masih ada kepala sekolah yang tidak tahu bahkan mengenal apa itu RKAS, sebaiknya pemerintah membuat inovasi terkait melek tekhnologi lebih tepatnya digitalisasi khusus kepada kepala sekolah dan bendahara, dan itu sangat berpengaruh terhadap menajerial keuangan organisasi, yang kedua pemerintah harus membuat batasan terkait kependididkan atau guru, sehingga tidak terjadi di negeri ini dengan istilah sekedar guru saja dan sekedar mengajar. Karena jika kedua hal tersebut tidak segera di evaluasi. Tipis kemungkinan generasi emas akan lagir secara alami, melainkan lahirnya sekedar paksaan. Terimakasih admin, semoga ini dapat membantu mengembangkan SDM khusus di Cianjur.