Menu

Mode Gelap
Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pemukulan Kurir Paket di Pasirkuda Cianjur Terungkap di Sukaluyu, Kasus Siswa SMP Cabuli 10 Bocah Gemparkan Warga Cekcok Masalah COD, Seorang Kurir Paket di Cianjur Selatan Bersimbah Darah Penanganan Kasus Hogi Minaya, Dua Eks Kapolda Cecar Kapolres Sleman Rekor Baru, Harga Emas Hari Ini Melompat Tajam ke Level Rp3,1 Juta Buntut Keracunan Massal, Satgas Hentikan Operasional Tiga Dapur MBG di Cianjur

Berita

Jembatan Putus Sejak 2021, Ratusan Siswa Seberangi Sungai Cibuni Gunakan Rakit Darurat

badge-check


					Sejumlah Pelajar harus menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit lantaran terputusnya akses Jembatan sejak tahun 2021. (Foto : cianjur Times/Mohammad Andri) Perbesar

Sejumlah Pelajar harus menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit lantaran terputusnya akses Jembatan sejak tahun 2021. (Foto : cianjur Times/Mohammad Andri)

CIANJUR TIMES – Putusnya Jembatan Pasar Rebo yang menghubungkan Desa Sukamahi, Kecamatan Cijati dengan Desa Neglasari, Kecamatan Kadupandak sejak tahun 2021 telah mengganggu akses warga dan aktivitas pendidikan. Ratusan siswa di wilayah tersebut pun harus mengalami kondisi yang memprihatinkan. Mereka harus menyeberangi sungai Cibuni menggunakan rakit darurat, mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari.

Wakil Kepala Sekolah MA Bojongjati, Edi Wahyu, mengatakan putusnya jembatan tersebut menghambat aktivitas pendidikan. Siswa yang tinggal di seberang sungai, atau di Kecamatan Kadupandak, kini harus menempuh perjalanan yang lebih jauh.

“Siswa yang tinggal di seberang atau di Kecamatan Kadupandak mereka harus menempuh perjalanan ke sekolah sekitar setengah jam jika menggunakan kendaraan motor,” ungkapnya, Kamis (4/12/2025).

Namun, sekitar 150 siswa memilih jalur pintas berbahaya. “Mereka menyeberang menggunakan perahu rakit dan itu sangat membahayakan apalagi jika debit air meningkat,” ujar Edi, menjelaskan risiko yang dihadapi para pelajar saat harus seberangi sungai tanpa jembatan yang layak.

Siswa Terpaksa Libur dan Menginap Saat Banjir

Edi Wahyu menjelaskan, pihak sekolah terpaksa memberikan izin kepada siswa untuk tidak hadir dalam pembelajaran. Terlebih saat debit air Sungai Cibuni meningkat drastis mengingat bahaya yang mengancam keselamatan.

Situasi menjadi rumit saat jam pulang sekolah. Ketika air sungai Cibuni meningkat, beberapa siswa tidak dapat pulang ke rumah mereka masing-masing.

“Iya, mereka ada yang tinggal di pondok pesantren jadi mereka menginap di situ atau ada juga yang menginap di rumah saudaranya,” terang Edi.

Total siswa yang terdampak di Kecamatan Kadupandak mencapai sekitar 150 orang. Edi Wahyu sangat mengharapkan agar Jembatan Pasar Rebo segera dibangun kembali. Pembangunan ini krusial untuk menunjang kegiatan warga. Khususnya pertanian, kesehatan, layanan ekonomi, dan khususnya, keselamatan siswa saat harus seberangi sungai menuju sekolah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pemukulan Kurir Paket di Pasirkuda Cianjur

30 Januari 2026 - 20:25 WIB

pelaku pemukulan kurir paket

Terungkap di Sukaluyu, Kasus Siswa SMP Cabuli 10 Bocah Gemparkan Warga

29 Januari 2026 - 20:02 WIB

Siswa SMP cabuli 10 bocah

Cekcok Masalah COD, Seorang Kurir Paket di Cianjur Selatan Bersimbah Darah

29 Januari 2026 - 19:35 WIB

Kurir paket di cianjur selatan

Penanganan Kasus Hogi Minaya, Dua Eks Kapolda Cecar Kapolres Sleman

29 Januari 2026 - 14:22 WIB

kapolres sleman

Buntut Keracunan Massal, Satgas Hentikan Operasional Tiga Dapur MBG di Cianjur

29 Januari 2026 - 13:35 WIB

operasional tiga dapur mbg di cianjur
Trending di Berita