Menu

Mode Gelap
Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah PJU Padam di Sejumlah Jalan Nasional Cianjur, Dishub Minta Kemenhub Segera Bertindak Dua Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan Warga Usai Kepergok Bermesraan Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

Berita

Tuntut Kejelasan Penyelewengan Dana PIP Sejak 2019, Warga Nyalindung Jalan Kaki 70 KM Temui Gubernur Jabar

badge-check

Foto : Tangkapan layar Perbesar

Foto : Tangkapan layar

CIANJUR TIMES – Enam orang perwakilan warga Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, memulai aksi jalan kaki menuju Gedung Sate di Bandung. Aksi ini mereka lakukan pada Minggu (16/11/2025) pagi, menempuh jarak sekitar 70 kilometer, bertujuan menemui Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), guna mendesak penuntasan kasus dugaan penyelewengan dana PIP.

Suasana Desa Nyalindung menjadi pusat perhatian saat keenam perwakilan warga resmi dilepas sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka membawa langsung aspirasi warga yang merasa dirugikan akibat dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Salah satu warga, Anwary, optimistis perwakilan mereka akan tiba di Bandung dalam waktu satu hari. “Insyaallah enam orang ini akan mewakili warga melakukan aksi jalan kaki ke Gedung Sate untuk menemui KDM. Kami perkirakan besok pagi sudah tiba melihat jaraknya sekitar 70 KM,” ujar Anwary.

Kekecewaan Terhadap Proses Hukum Dugaan Penyelewengan Dana PIP

Anwary menjelaskan, aksi dramatis ini mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap proses hukum yang menangani dugaan penyelewengan dana PIP. Kasus ini melibatkan oknum operator sekolah terkait hak dana PIP. Baik yang bersifat aspirasi maupun reguler, yang seharusnya murid penerima manfaat terima sejak tahun 2019.

“Walaupun kami sudah melaporkan ke aparat hukum, sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami berharap pelaku dipidanakan, makanya kami melakukan aksi ini,” tegas Anwary.

Sebelumnya, ratusan orang tua murid penerima manfaat PIP mendatangi SD Negeri Nyalindung 1 pada Kamis (23/10/2025). Mereka mempertanyakan dana bantuan pendidikan yang tidak pernah pihak sekolah cairkan. Kasus dugaan penyelewengan dana PIP ini telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua murid karena menghambat hak pendidikan anak-anak mereka.

Warga berharap aksi jalan kaki ke Gedung Sate ini dapat menarik perhatian Gubernur Jawa Barat (KDM) dan membuka jalan bagi penyelesaian kasus yang berlarut-larut tersebut. Mereka mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan.

Warga menginginkan penuntasan kasus ini segera terwujud. Hal ini agar hak pendidikan anak-anak mereka yang telah tertahan sejak 2019 dapat segera mereka dapatkan. Warga Nyalindung menantikan intervensi KDM untuk memastikan keadilan tegak. kemudian, pelaku dugaan penyelewengan dana PIP mendapat sanksi sesuai hukum yang berlaku.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah

29 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Desil

PJU Padam di Sejumlah Jalan Nasional Cianjur, Dishub Minta Kemenhub Segera Bertindak

29 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Pju padam

Dua Mahasiswa KKN di Cianjur Diamankan Warga Usai Kepergok Bermesraan

27 Agustus 2026 - 06:52 WIB

Mahasiswa kkn cianjur

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak
Trending di Berita