Menu

Mode Gelap
Cianjur Book Party Hidupkan Semangat Literasi Lewat “Mei Membaca” di Perpustakaan Daerah Travel Cianjur Jakarta Terbaik 2026, Ada Shuttle hingga Door to Door Bansos PKH Mei 2026 Cair, Begini Cara Cek Nama Penerima Lewat HP Cuaca Ekstrem Ancam Libur Panjang, BPBD Cianjur Siagakan Petugas di Tempat Wisata Retribusi Cibodas Rp7 Ribu Resmi Berlaku, Pemkab Kejar PAD Rp2,4 Miliar 19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita

Perjanjian Disetop, Masuk Kawasan Wisata Gerbang Cibodas Gratis Sementara Waktu

badge-check


					Perjanjian Disetop, Masuk Kawasan Wisata Gerbang Cibodas Gratis Sementara Waktu Perbesar

CIANJUR TIMES – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah mengejutkan dengan meniadakan sementara retribusi di pintu masuk kawasan wisata Kebun Raya Cibodas. Kebijakan ini berlaku efektif sejak 29 September 2025, menyusul dihentikannya kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai tidak memenuhi perjanjian, terutama terkait setoran retribusi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Ayi Reza Addairobi, mengonfirmasi bahwa kontrak pengelolaan retribusi dengan pihak ketiga berakhir pada 28 September 2025 dan tidak diperpanjang.

“Kontrak tidak diperpanjang, pengelolaan kembali kami ambil alih melalui Disbudpar per hari kemarin. Pihak ketiga tersebut tidak memenuhi sejumlah syarat yang ditentukan dalam perjanjian, salah satunya terkait setoran retribusi yang jauh dari kesepakatan,” kata Ayi Reza, Selasa (30/9/2025).

Retribusi Ditiadakan Sementara, Kunjungan Wisata Diharapkan Naik

Pasca pengambilalihan pengelolaan, Pemkab Cianjur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD, masyarakat Cibodas, dan Disbudpar. Rapat tersebut menyepakati bahwa retribusi akan ditiadakan sementara hingga Peraturan Bupati (Perbup) yang baru diterbitkan.

“Kesepakatannya retribusi ditiadakan sementara, jadi wisatawan hanya membayar tiket di destinasi wisata yang ada. Di Gerbang Cibodas Gratis untuk penagihan retribusi. Kemungkinan ini berlaku sekitar satu sampai tiga bulan, sampai Perbup baru keluar,” jelas Ayi Reza.

Dengan ditiadakannya retribusi ini, Pemkab Cianjur menargetkan terjadi peningkatan signifikan pada tingkat kunjungan wisata ke kawasan Cibodas.

“Yang dikeluhkan selama ini kan terkait banyaknya tiket yang harus dibayarkan. Dengan pemberlakuan kebijakan sementara ini, kami berharap kunjungan wisata naik, kemudian UMKM dan ekonomi lokal juga ikut meningkat,” ujarnya.

Pemkab Berupaya Satupintukan Tiket Masuk Cibodas

Ke depan, Disbudpar Cianjur tengah mengupayakan skema baru untuk menyatupintukan tiket dan retribusi. Hal ini akan melibatkan komunikasi dan negosiasi dengan pihak pengelola kawasan seperti TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

“Kami sedang komunikasi, namun belum ada jawaban. Kami ingin seperti dulu, tiket dan retribusi satu pintu. Sehingga wisatawan juga nyaman, tidak seolah banyak tiket dan jadi mahal. Yang penting kunjungan wisata naik,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cianjur Book Party Hidupkan Semangat Literasi Lewat “Mei Membaca” di Perpustakaan Daerah

18 Mei 2026 - 05:54 WIB

cianjur book party

Travel Cianjur Jakarta Terbaik 2026, Ada Shuttle hingga Door to Door

15 Mei 2026 - 19:33 WIB

travel cianjur jakarta

Bansos PKH Mei 2026 Cair, Begini Cara Cek Nama Penerima Lewat HP

15 Mei 2026 - 19:04 WIB

bansos

Cuaca Ekstrem Ancam Libur Panjang, BPBD Cianjur Siagakan Petugas di Tempat Wisata

15 Mei 2026 - 18:51 WIB

Bencana di cianjur

Retribusi Cibodas Rp7 Ribu Resmi Berlaku, Pemkab Kejar PAD Rp2,4 Miliar

15 Mei 2026 - 18:40 WIB

tiket masuk cibodas
Trending di Berita