Menu

Mode Gelap
Kunker ke Cianjur, Cak Imin Luncurkan Gerakan 10 Ribu MCK dan Lepas 357 PMI “Mari Berselingkuh”, Cara Kreatif Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary dan Warga Cihea Jaga Lingkungan Pemkab Cianjur Hentikan UHC Prioritas, 400 Ribu Kepesertaan JKN Dinonaktifkan Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Sukaluyu Cianjur Alami Kebakaran, Diduga Berawal dari Boiler Terekam CCTV, Dua Pengendara Motor Terjatuh ke Sungai di Jembatan Parung Bedil Cianjur Satpol PP Tertibkan 216 Kios dan Warung di Jalur Cianjur–Bandung

Berita

Cegah Keracunan Berulang, Pemkab Bentuk Satgas Pengawasan MBG di Cianjur

badge-check

Cegah Keracunan Berulang, Pemkab Bentuk Satgas Pengawasan MBG di Cianjur Perbesar

CIANJUR TIMES – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah tegas merespons serangkaian kasus keracunan yang terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu, mengumumkan bahwa Pemkab segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memperketat pengawasan MBG di Cianjur, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian.

Keputusan ini lahir setelah tercatat lima insiden keracunan dalam beberapa bulan terakhir dengan total korban mencapai 165 siswa.

“Rencananya besok atau maksimal Senin depan digelar rapat bersama Badan Gizi Nasional, SPPG, dan dinas terkait. Tujuannya untuk evaluasi agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal yang diinginkan,” kata Bupati Wahyu, Jumat (26/9/2025).

Skala Pengawasan dari Dapur hingga Distribusi MBG

Selain menggelar rapat evaluasi, Satgas yang Pemkab bentuk ini akan secara langsung mengawasi seluruh rantai pasok program MBG. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kegagalan pengawasan yang terjadi sebelumnya.

“Semuanya akan mendapat pengawasan, dari awal sampai distribusi. Memastikan kualitasnya sesuai,” tegas Bupati Wahyu.

Ia berharap, struktur pengawasan MBG di Cianjur yang baru ini dapat menjamin kualitas makanan pada saat penyaluran.

Lima Insiden Libatkan 165 Siswa Jadi Pemicu

Pembentukan Satgas ini Pemkab lakukan setelah kasus keracunan terus berulang, menambah panjang daftar korban dari siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.

Pada April 2025, 78 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur dan SMP PGRI Cianjur mengalami keracunan massal usai menyantap MBG. Insiden juga terjadi di Pondok Pesantren Darul Quran di Kecamatan Cidaun, di mana 12 santriwati harus mendapat perawatan.

Kasus terus berlanjut pada September 2025; sembilan siswa MTs Islamiyah Sayang terdampak, berlanjut pada 36 siswa dari SDN Salakawung dan SMP Budi Luhur. Kejadian teranyar menimpa 30 siswa SDN Taruna Bakti di Kecamatan Cugenang pada Kamis (25/9/2025).

Melihat rentetan kasus tersebut, Pemkab Cianjur berharap upaya pengawasan MBG di Cianjur ini dapat mengakhiri peristiwa gejala keracunan.

“Tentu kami harapkan tidak ada lagi hal yang tidak diinginkan terjadi,” tutup Bupati Wahyu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kunker ke Cianjur, Cak Imin Luncurkan Gerakan 10 Ribu MCK dan Lepas 357 PMI

4 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Cak Imin

“Mari Berselingkuh”, Cara Kreatif Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary dan Warga Cihea Jaga Lingkungan

4 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Mahasiswa KKN

Pemkab Cianjur Hentikan UHC Prioritas, 400 Ribu Kepesertaan JKN Dinonaktifkan

4 Agustus 2026 - 19:50 WIB

UHC Cianjur

Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Sukaluyu Cianjur Alami Kebakaran, Diduga Berawal dari Boiler

4 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Pabrik pengolahan ban bekas

Terekam CCTV, Dua Pengendara Motor Terjatuh ke Sungai di Jembatan Parung Bedil Cianjur

3 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Trending di Berita