Menu

Mode Gelap
Harga Pertalite Rp16.088 Viral, Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Ditahan Kemensos Percepat Bansos Mei 2026, 475.821 KPM Baru Bisa Cek Nama di Aplikasi Cek Bansos Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Digelar Hari Ini, Sejumlah Jalan Protokol di Cianjur Ditutup Sementara Hadirkan Ustad Evie Effendi, Tabligh Akbar Masjid Miftahussa’adah Cibeber  Dipadati Jamaah

Berita

Keracunan Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi, 30 Siswa di Cugenang Alami Mual

badge-check


					Keracunan Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi, 30 Siswa di Cugenang Alami Mual Perbesar

CIANJUR TIMES – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Cianjur. Sebanyak 30 siswa SDN Tarunabakti mengalami mual-mual, pusing, dan muntah usai menyantap makanan dari program tersebut. Satu siswa terpaksa dilarikan ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis.

Dugaan keracunan ini berasal dari tempe krispi yang menjadi salah satu menu dalam program MBG. Kepala SDN Taruna Bakti, Neni Hertiani, menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada Kamis, (25/9/2025).

Kronologi Kejadian Menurut Kepala Sekolah

Neni mengatakan, pihak sekolah menerima makanan pada pukul 07.05 WIB dan membagikannya kepada siswa pukul 08.00 WIB.

“Namun, pada pukul 08.42 WIB, saya mendapatkan telepon dari pihak MBG menanyakan apakah makanan tersebut sudah dimakan oleh para siswa,” ungkapnya.

Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, empat siswa kelas 4 mulai merasakan gejala mual dan muntah. Jumlah ini kemudian terus bertambah hingga mencapai 13 siswa dari kelas 4. Saat guru menangani mereka, 10 siswa kelas 2 juga merasakan gejala yang sama. Neni langsung memanggil tim tenaga kesehatan.

“Total siswa yang mengalami gejala mual dan pusing ada 30 siswa, mulai dari kelas 2 sampai kelas 6,” terang Neni. Ia menambahkan, siswa kelas 1 tidak terdampak karena guru mereka mencicipi makanan itu terlebih dahulu, sehingga tidak mengalamai gejala serupa.

Kejadian ini menambah panjang daftar insiden keracunan makan bergizi gratis di Cianjur. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi pada April 2025 yang menimpa puluhan siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur dan setidaknya 52 siswa di SMP PGRI 1 Cianjur.

Buntut dari serangkaian kasus keracunan ini, berbagai pihak mendesak adanya perbaikan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Suryakancana secara terbuka meminta pemerintah mengevaluasi dan menghentikan sementara program ini. Anggota DPR juga menyoroti kejadian ini, mendesak agar vendor nakal yang menyediakan makanan tidak layak konsumsi ditindak tegas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pertalite Rp16.088 Viral, Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Ditahan

8 Mei 2026 - 19:32 WIB

harga pertalite

Kemensos Percepat Bansos Mei 2026, 475.821 KPM Baru Bisa Cek Nama di Aplikasi Cek Bansos

8 Mei 2026 - 19:12 WIB

bansos

Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga

7 Mei 2026 - 08:53 WIB

desa Batulawang

Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora

7 Mei 2026 - 08:09 WIB

Hardiknas

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Digelar Hari Ini, Sejumlah Jalan Protokol di Cianjur Ditutup Sementara

6 Mei 2026 - 08:19 WIB

kirab budaya
Trending di Berita