Menu

Mode Gelap
Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida Analisis Kritis Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

Berita

Cerai Karena Judol: Cianjur Tempati Posisi Kedua di Jawa Barat

badge-check


					Cerai Karena Judol: Cianjur Tempati Posisi Kedua di Jawa Barat Perbesar

CIANJUR TIMES – Angka perceraian di Kabupaten Cianjur menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Meskipun jumlah total pengajuan gugatan menurun, judi online (judol) kini menjadi pemicu utama perceraian. Karena hal tersebut, Cianjur menjadi daerah dengan tingkat perceraian tertinggi kedua di Jawa Barat.

Menurut Hakim sekaligus Juru Bicara Pengadilan Agama (PA) Cianjur, Ahmad Yani, sejak Januari hingga Agustus 2025, tercatat 3.159 permohonan cerai yang masuk. Dari jumlah tersebut, 2.889 di antaranya telah keluar putusan. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu. Namun, penyebabnya kini mayoritas oleh masalah finansial yang berujung pada kasus judi online.

“Jadi kan kalau kita lihat dalam surat gugatannya memang yang tertera itu hanya akibat faktor ekonomi. Namun, setelah kita sidang dan kita telusuri, baru mereka ngaku katanya memang judol yang menjadi pengaruh dalam faktor ekonomi,” papar Ahmad.

Judol Jadi Pemicu Utama Perceraian, Gugatan Didominasi Pihak Istri

Sebagian besar gugatan cerai di Cianjur diajukan oleh pihak istri. Hal ini menunjukkan bahwa banyak perempuan yang memutuskan untuk mengakhiri pernikahan karena masalah keuangan. Terlebih lagi dengan alasan yang berkaitan kebiasaan judi online pasangannya. Rentang usia pasangan yang mengajukan cerai rata-rata antara 25 hingga 50 tahun.

Selain judol, faktor lain seperti ketidakseimbangan finansial dalam rumah tangga juga jadi penyebab. Kondisi di mana istri menjadi tulang punggung utama, juga menjadi salah satu alasan kuat di balik banyaknya pengajuan gugatan cerai.

Meski Pengadilan Agama Cianjur telah berupaya melakukan mediasi untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, banyak pasangan yang sudah bertekad bulat untuk berpisah.

Dengan angka perceraian yang signifikan ini, Cianjur kini berada di posisi kedua sebagai wilayah dengan tingkat perceraian tertinggi di Jawa Barat, setelah Depok. Tren ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak yang mengimbau untuk lebih waspada terhadap dampak buruk dari judi online.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat
Trending di Berita