Menu

Mode Gelap
50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ Tukang Ojek di Cibeber Cianjur Diserang Saat Pulang, Alami Luka Serius dan Motor Hilang

Berita

Cerai Karena Judol: Cianjur Tempati Posisi Kedua di Jawa Barat

badge-check

Cerai Karena Judol: Cianjur Tempati Posisi Kedua di Jawa Barat Perbesar

CIANJUR TIMES – Angka perceraian di Kabupaten Cianjur menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Meskipun jumlah total pengajuan gugatan menurun, judi online (judol) kini menjadi pemicu utama perceraian. Karena hal tersebut, Cianjur menjadi daerah dengan tingkat perceraian tertinggi kedua di Jawa Barat.

Menurut Hakim sekaligus Juru Bicara Pengadilan Agama (PA) Cianjur, Ahmad Yani, sejak Januari hingga Agustus 2025, tercatat 3.159 permohonan cerai yang masuk. Dari jumlah tersebut, 2.889 di antaranya telah keluar putusan. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu. Namun, penyebabnya kini mayoritas oleh masalah finansial yang berujung pada kasus judi online.

“Jadi kan kalau kita lihat dalam surat gugatannya memang yang tertera itu hanya akibat faktor ekonomi. Namun, setelah kita sidang dan kita telusuri, baru mereka ngaku katanya memang judol yang menjadi pengaruh dalam faktor ekonomi,” papar Ahmad.

Judol Jadi Pemicu Utama Perceraian, Gugatan Didominasi Pihak Istri

Sebagian besar gugatan cerai di Cianjur diajukan oleh pihak istri. Hal ini menunjukkan bahwa banyak perempuan yang memutuskan untuk mengakhiri pernikahan karena masalah keuangan. Terlebih lagi dengan alasan yang berkaitan kebiasaan judi online pasangannya. Rentang usia pasangan yang mengajukan cerai rata-rata antara 25 hingga 50 tahun.

Selain judol, faktor lain seperti ketidakseimbangan finansial dalam rumah tangga juga jadi penyebab. Kondisi di mana istri menjadi tulang punggung utama, juga menjadi salah satu alasan kuat di balik banyaknya pengajuan gugatan cerai.

Meski Pengadilan Agama Cianjur telah berupaya melakukan mediasi untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, banyak pasangan yang sudah bertekad bulat untuk berpisah.

Dengan angka perceraian yang signifikan ini, Cianjur kini berada di posisi kedua sebagai wilayah dengan tingkat perceraian tertinggi di Jawa Barat, setelah Depok. Tren ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak yang mengimbau untuk lebih waspada terhadap dampak buruk dari judi online.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

16 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Paskibraka cianjur

Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

15 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kebakaran Gunung

Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan

15 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

14 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Apel Kebangsaan

MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ

14 Agustus 2026 - 19:59 WIB

mendadak dj
Trending di Berita