Menu

Mode Gelap
Arus Pendek Listrik Picu Kebakaran di Desa Gadog Pacet STAI Al-Azhary Resmi Berubah Status Menjadi IAI Al-Azhary Cianjur Nekat Beraksi di Trotoar, Peredaran Obat Terlarang di Cianjur Makin Terbuka Saat Ramadan Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Cugenang, Kasus Labu Siam Berujung Kematian Operasi SAR Berhasil, Jasad Nelayan di Cidaun Ditemukan Sejauh 17 Kilometer dari Perahu BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, El Nino Berpotensi Muncul

Berita

Polemik Putusan MK Gratiskan SD-SMP Swasta: Sekolah Cianjur Minta Jaminan Biaya Operasional

badge-check


					Polemik Putusan MK Gratiskan SD-SMP Swasta: Sekolah Cianjur Minta Jaminan Biaya Operasional Perbesar

CIANJUR TIMES – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pendidikan SD dan SMP swasta gratis menimbulkan polemik di Cianjur, Jawa Barat. Meskipun berpotensi meningkatkan partisipasi sekolah, pihak sekolah swasta “elite” khawatir bantuan tidak akan menutupi biaya operasional mereka. Kebijakan ini menjadi sorotan utama bagi pendidikan di Cianjur.

Kepala SMP Al-Azhar Cianjur, C. Saripudin, menilai kebijakan ini akan memberatkan sekolah, khususnya sekolah swasta dengan klasifikasi biaya tinggi.

“Ini agak berat dengan kebijakan ini. Apalagi kami memiliki grade tersendiri. Program kami juga berbeda yang kualitasnya terjamin. Saya rasa sekolah swasta maju lainnya, apalagi sekolah internasional, juga bingung serta berat dengan kebijakan ini,” kata Saripudin pada Jumat (30/5).

Menurutnya, kebijakan ini akan lebih tepat jika menyasar sekolah swasta yang masih berkembang, sehingga pemerataan pendidikan di Cianjur dapat terwujud.

“Jika SMP swasta yang berkembang, mungkin itu tepat, supaya ada standardisasi pendidikan di Cianjur,” ujarnya. Pihak Al-Azhar akan menunggu kebijakan lebih lanjut dari pengurus pusat pasca-putusan MK.

Jaminan Biaya Operasional Jadi Kunci

Senada, Ketua Forum Sekolah Swasta Kabupaten Cianjur, Dede Muharamsyah, menyatakan setiap kebijakan akan menuai pro dan kontra, termasuk putusan menggratiskan biaya untuk SD-SMP swasta. Namun, ia menyebut polemik ini akan selesai jika pemerintah dapat menjamin kebutuhan operasional sekolah sesuai analisis kebutuhan.

“Setiap kebijakan ada plus minus, nanti juga akan ada pro-kontra. Apakah pemerintah bisa mengakomodasi atau tidak. Kalau tidak, maka akan memberatkan sekolah, tetapi kalau terpenuhi, maka tidak akan ada konflik apapun,” kata Dede.

Ia akan menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah terkait putusan tersebut.
“Menunggu turunan putusan MK ini, apakah ada penambahan BOS dengan besaran sesuai analisis kebutuhan atau tidak,” tambahnya.

Disdikpora Cianjur Akan Sosialisasikan Aturan Baru

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Helmi, mengatakan kebijakan ini akan memberikan dampak luar biasa bagi pendidikan di Cianjur, terutama jenjang SMP. Saat ini, total SMP di Cianjur mencapai lebih dari 400 sekolah, dengan 150 di antaranya SMP negeri dan sisanya SMP swasta.

“Di Cianjur, SMP swasta jauh lebih banyak. Dengan biaya gratis, akan ada pemerataan pendidikan. Siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri bisa masuk swasta secara gratis juga. Tentunya ini akan meningkatkan partisipasi sekolah,” kata Helmi.

Disdikpora akan segera melakukan sosialisasi agar putusan ini tidak menimbulkan polemik besar, mengingat penerimaan peserta didik baru sudah dekat.

“Secepatnya kami sosialisasi, sambil menunggu aturan turunannya. Kami berharap sebelum PPDB sudah ada peraturan turunan yang mempertegas kebijakan untuk sekolah elite, apakah disamakan atau ada klasifikasi gratisnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Aripin, menuturkan keputusan ini harus diikuti tanpa pengecualian, namun pihaknya akan mempelajari lebih lanjut putusan tersebut.

“Tentu semua harus mengikuti aturannya. Tapi saya harus membaca dulu putusannya, apakah final dan mengikat atau ada kebijakan lain,” kata Aripin.

Ia menambahkan, untuk tingkat SD di Cianjur, polemik tidak akan terlalu besar karena jumlah SD swasta tidak banyak.
“Dari total 1.245 SD di Cianjur, yang swasta hanya sekitar 40 sekolah, sisanya SD negeri. Jadi tidak akan begitu menimbulkan polemik, bahkan kemungkinan akan menuai banyak dukungan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Arus Pendek Listrik Picu Kebakaran di Desa Gadog Pacet

8 Maret 2026 - 07:35 WIB

kebakaran di desa gadog pacet

STAI Al-Azhary Resmi Berubah Status Menjadi IAI Al-Azhary Cianjur

7 Maret 2026 - 10:08 WIB

IAI Al-Azhary Cianjur

Nekat Beraksi di Trotoar, Peredaran Obat Terlarang di Cianjur Makin Terbuka Saat Ramadan

7 Maret 2026 - 08:21 WIB

Peredaran obat terlarang di cianjur

Polisi Tetapkan Tersangka Penganiayaan di Cugenang, Kasus Labu Siam Berujung Kematian

5 Maret 2026 - 20:58 WIB

tersangka penganiayaan di cugenang

Operasi SAR Berhasil, Jasad Nelayan di Cidaun Ditemukan Sejauh 17 Kilometer dari Perahu

5 Maret 2026 - 20:25 WIB

jasad nelayan di cianjur
Trending di Berita