Menu

Mode Gelap
Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

Berita

Kalah dari Filipina, Timnas Indonesia Gagal Melaju ke Semifinal Piala AFF 2024

badge-check


					Ekspresi kecewa pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan setelah gagal mencetak gol ke gawang Filipina pada laga Grup B Piala AFF 2024 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12/2024). (Bola.com/Abdul Aziz) Perbesar

Ekspresi kecewa pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan setelah gagal mencetak gol ke gawang Filipina pada laga Grup B Piala AFF 2024 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

CIANJURTIMES, Solo – Tim Nasional Indonesia harus menelan pil pahit pada laga terakhir Grup B Piala AFF 2024. Skuad Garuda takluk dari Timnas Filipina dengan skor tipis 0-1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/12/2024). Hasil ini membuat Indonesia gagal melaju ke babak semifinal.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain terbuka dan saling jual beli serangan. Namun, nasib buruk menimpa Indonesia pada babak pertama ketika kapten tim, Muhammad Ferarri, harus diganjar kartu merah.

Kehilangan satu pemain membuat permainan Indonesia sedikit terganggu.
Memasuki babak kedua, Filipina semakin menguasai jalannya pertandingan. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-58.

Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Indonesia melakukan handball di kotak penalti.

Eksekusi penalti oleh Bjorn Martin Davis Kristensen gagal diantisipasi kiper Indonesia dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Filipina.

Indonesia berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-1 untuk kemenangan Filipina tidak berubah.

Kekalahan ini membuat Indonesia hanya mampu mengumpulkan 4 poin dari empat pertandingan dan harus puas berada di posisi ketiga klasemen akhir Grup B.

Analisis Pertandingan Timnas Indonesia vs Filipina

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia dan para pendukungnya. Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kekalahan ini antara lain:

Kartu Merah: Kehilangan Muhammad Ferarri akibat kartu merah membuat lini belakang Indonesia menjadi rapuh dan kesulitan untuk mengimbangi permainan Filipina.

Efisiensi: Filipina mampu memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan dengan baik, sementara Indonesia gagal memaksimalKan peluang yang dimiliki.

Tekanan Mental: Tekanan untuk lolos ke semifinal mungkin sedikit mengganggu konsentrasi para pemain Indonesia


Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya bermain kurang maksimal dan banyak membuat kesalahan.

“Saya sangat kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi nasib berkata lain. Kartu merah membuat permainan kami menjadi sulit. Kami harus belajar dari kesalahan ini dan menatap ke depan,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai pertandingan.

Sementara itu, salah satu pemain Indonesia, Pratama Arhan, juga mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami sudah berjuang keras, tetapi hasil tidak sesuai harapan. Kami akan terus berlatih dan memperbaiki diri untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Arhan.

Kekalahan ini tentunya menjadi evaluasi bagi Timnas Indonesia. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, baik dari segi teknis maupun non-teknis. Selain itu, para pemain juga harus meningkatkan kualitas individu dan permainan tim agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat
Trending di Berita