Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Sidang Kedua Dugaan Pidana Pemilu ASN Pasirkuda Hadirkan Sejumlah Saksi

badge-check

Suasana sidang kedua kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu oleh oknum ASN Pasirkuda. (Foto : Istimewa) Perbesar

Suasana sidang kedua kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu oleh oknum ASN Pasirkuda. (Foto : Istimewa)

CIANJURTIMES, Cianjur – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Cianjur menggelar sidang kedua kasus pelanggaran pidana pemilu dengan tersangka DR, oknum ASN Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Selasa (5/11/2024).

Sebelumnya, pada sidang perdana yang berlangsung pada Senin (4/11/2024) dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Dalam sidang tersebut, terdakwa diduga melakukan tindak pidana pemilu sehingga didakwakan oleh JPU dengan Pasal 188 juncto Pasal 71 ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, juga Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Sementara, untuk sidang kedua majelis hakim memerintahkan untuk menghadirkan sejumlah saksi.

Kepala Saksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Cianjur, Prasetya Djati Nugraha, mengatakan bahwa hari ini telah dilakukan sidang kedua.

Pemeriksaan dilakukan terhadap empat saksi terkait fakta dan satu saksi dari KPU mengenai kasus pelanggaran pemilu.

“Menurut kami, jaksa penuntut umum telah melakukan pembuktian yang cukup dan terbukti,” kata Prasetya.

Penasehat hukum terdakwa juga tidak membantah pernyataan dari para saksi yang telah disebutkan.

BACA JUGA: Kasus Pelanggaran Pidana Pemilu, Oknum ASN Pasirkuda Ditetapkan jadi Tersangka

Dia menjelaskan bahwa untuk lanjutan, tim penuntut umum akan mengajukan pembacaan surat tuntutan.

“Kami akan usahakan malam ini mengirimkan surat ke Kejaksaan Agung untuk proses selanjutnya,” ungkapnya.

Kuasa Hukum Hadirkan 4 Orang Saksi

Sementara itu, Kuasa Hukum ASN, Asep Mulyadi SH, menjelaskan agenda persidangan.

Dalam persidangan, pihak JPU menghadirkan empat orang saksi dan satu ahli terkait bukti pemutaran video viral.

Menurut Asep, ada beberapa orang yang mendengarkan dari belakang tetapi tidak terdengar jelas.

“Saksi menyatakan bahwa terdakwa masuk ke dalam madrasah tetapi langsung pulang ke rumah,” jelasnya.

Asep menambahkan, berdasarkan video tersebut, ada percakapan lain sebelum durasi satu menit lima puluh tiga detik.

“Video itu menunjukkan bahwa peristiwa terjadi secara spontan tanpa ada suruhan dari pihak manapun,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, agenda besok tidak akan menghadirkan saksi.

Timnya akan menunggu berapa lama tuntutan dari jaksa terhadap terdakwa dan mempersiapkan nota pembelaan.

“Kami akan melakukan bantahan terhadap keterangan saksi maupun bukti yang disampaikan,” kata Asep.

“Kami akan mengakui yang benar dan membantah yang salah dalam persidangan,” tambahnya.

Dia menekankan, terkait masalah video, tidak ada informasi jelas mengenai sumber perekaman.

“Video tersebut dikirim melalui WhatsApp oleh orang yang tidak dikenal, menurut keterangan saksi,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PKL Kembali Berjualan di Bekas Rest Area Segar Alam Puncak, Pemkab Pasang Pembatas Beton

10 Okt 2026 - 09:39 WIB

PKL Kembali Berjualan di Bekas Rest Area Segar Alam Puncak, Pemkab Pasang Pembatas Beton

Polres Cianjur Ungkap Sindikat Pecah Kaca dan Gembos Ban, Kerugian Rp4,1 Miliar

10 Okt 2026 - 06:22 WIB

Polres Cianjur Ungkap Sindikat Pecah Kaca dan Gembos Ban, Kerugian Rp4,1 Miliar

Anamcara Hotel Cipanas Resmi Rebranding dan Bergabung dengan Alltrue

8 Okt 2026 - 15:06 WIB

Anamcara Hotel Cipanas Resmi Rebranding dan Bergabung dengan Alltrue

Penyaluran Bantuan Pangan Cianjur Capai 95 Persen, Validitas Data Penerima Jadi Kendala

8 Okt 2026 - 05:37 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Cianjur Capai 95 Persen, Validitas Data Penerima Jadi Kendala

MK Tak Temukan Bukti Kelulusan Setara SMA Gibran, Permohonan Tidak Dapat Diterima

8 Okt 2026 - 05:21 WIB

MK Tak Temukan Bukti Kelulusan Setara SMA Gibran, Permohonan Tidak Dapat Diterima
Trending di Berita