Menu

Mode Gelap
Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida Analisis Kritis Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Berita

Warung-warung Darurat Penuhi Kawasan Warpat Puncak, Pedagang Klaim Tak Dapat tempat

badge-check


					Sejumlah Pedagang nekat kembali berjualan di kawasan yang sudah ibongkar Pemkab bogor dengan mendirikan warung darurat. (Foto : Istimew) Perbesar

Sejumlah Pedagang nekat kembali berjualan di kawasan yang sudah ibongkar Pemkab bogor dengan mendirikan warung darurat. (Foto : Istimew)

CIANJURTIMES, Cianjur – Warung – warung darurat mulai terlihat memenuhi sekitar Kawasan Warpat, Puncak, Bogor. Para pedagang terlihat mendirikan tenda-tenda terpal di atas puing bangunan warung yang beberapa waktu lalu dibongkar petugas.

Meskipun tidak permanen seperti sebelumnya, warung darurat tersebut tetap tertata rapi dengan menyediakan meja dan kursi.

“Iya beberapa pekan setelah penertiban para pemilik warung di sini membangun lagi warungnya. Tapi tidak permanen seperti sebelumnya, hanya pakai terpal sebagai warung darurat,” ujar salah seorang pedagang warung darurat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA : Kemacetan Puncak jadi ‘Mimpi Buruk’ Pengendara di Libur Panjang

Ia menyebut, warung darurat miliknya dibangun kembali beberapa pekan setelah penertiban. Selain itu, warung pun buka hingga larut malam sama seperti sebelumnya.

“Bukanya sampai malam. Tapi memang belum banyak yang beli. Karena tahunya kan sudah ditertibkan dan tidak ada lagi aktivitas di sini,” paparnya.

Menurutnya, para pedagang nekat kembali mendirikan warung dan berjualan di Warpat, karena tidak semua pedagang mendapatkan tempat di lokasi sudah disiapkan Pemkab Bogor.

“Kami tidak kebagian tempat di sana, jadinya kembali berjualan di sini,” sebutnya.

Ia menjelaskan, pembangunan warung darurat ini berasal dari modal sendiri. Sehingga pembangunannya sederhana, tapi tetap ditata rapi.

“Modal pakai uang sendiri untuk beli terpal dan bambu. Kalau nanti ditertibkan lagi ya kami ikut saja,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong

14 Juni 2026 - 20:11 WIB

Polsek Warungkondang

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas
Trending di Berita