Menu

Mode Gelap
Perumdam Tirta Mukti Cianjur Pastikan Kualitas Air untuk 50 Ribu Pelanggan Tetap Terjaga Saat Kemarau Dana Pensiun PNS Tembus Rp 1 Miliar, Cek Faktanya Pria di Cilaku Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya Kebakaran Baru Muncul di Kawasan Kawah Gunung Gede, Relawan Perkirakan Area Terdampak 5 Hektare Diduga Korsleting Listrik, Masjid dan Madrasah di Sukaluyu Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta Kebakaran Lahan Terjadi di Kawasan Alun-alun Suryakancana Gunung Gede

Berita

Debit Bendung Cisokan Turun Drastis, Ribuan Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Cianjur Terancam Kekurangan Air

badge-check

Debit Bendung Cisokan Turun Drastis, Ribuan Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Cianjur Terancam Kekurangan Air Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Musim kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan mulai berdampak pada pasokan irigasi di Kabupaten Cianjur. Bendung Cisokan di Kecamatan Bojongpicung mengalami penurunan debit air secara drastis sehingga pasokan air untuk sekitar 5.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang, dan Haurwangi mulai terganggu.

Menurunnya debit air membuat aliran irigasi ke areal persawahan semakin terbatas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran para petani karena tanaman padi yang sedang memasuki masa pertumbuhan berisiko mengalami kekeringan hingga gagal panen apabila musim kemarau terus berlanjut.

Petugas Bendung Cisokan, Hendra Purnama, mengatakan debit air saat ini mengalami penurunan cukup signifikan akibat tidak adanya hujan dalam beberapa bulan terakhir.

“Untuk debit yang ada di Bendung Cisokan sekarang terjadi penurunan yang signifikan. Untuk hari ini debitnya sekitar 4.202 liter per detik,” ujar Hendra, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, debit air terendah yang sempat tercatat mencapai 2.952 liter per detik.

“Sudah hampir tiga bulan tidak ada hujan, sehingga debit air menurun cukup drastis. Jika hujan belum turun, debit air diperkirakan akan terus menurun,” katanya.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, pengelola irigasi menerapkan sistem gilir-giring atau pembagian air secara bergiliran. petugas UPTD Operasi dan Pemeliharaan (OP) serta P3A Mitra Cai bekerjasama menjalankan sistem tersebut agar seluruh wilayah irigasi tetap mendapatkan pasokan air meskipun dalam jumlah terbatas.

“Untuk mengantisipasi kekeringan bagi para petani, kami menggunakan sistem gilir-giring. Pembagian dilakukan menjadi tiga golongan dan masing-masing mendapatkan giliran selama dua hari,” jelas Hendra.

Melalui sistem tersebut, harapannya, distribusi air dapat berlangsung lebih merata. Terutama bagi lahan pertanian di wilayah hilir yang paling terdampak akibat menurunnya debit Bendung Cisokan.

Pengelola irigasi berharap hujan segera turun agar debit Bendung Cisokan kembali meningkat. Sehingga, pasokan air untuk lahan pertanian di Bojongpicung, Ciranjang, dan Haurwangi dapat kembali normal dan risiko kekeringan dapat berkurang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perumdam Tirta Mukti Cianjur Pastikan Kualitas Air untuk 50 Ribu Pelanggan Tetap Terjaga Saat Kemarau

9 Agustus 2026 - 20:37 WIB

tirta mukti cianjur

Dana Pensiun PNS Tembus Rp 1 Miliar, Cek Faktanya

9 Agustus 2026 - 20:10 WIB

dana pensiun pns

Pria di Cilaku Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

9 Agustus 2026 - 05:18 WIB

Pria di cilaku

Kebakaran Baru Muncul di Kawasan Kawah Gunung Gede, Relawan Perkirakan Area Terdampak 5 Hektare

8 Agustus 2026 - 15:08 WIB

kebakaran gunung gede

Diduga Korsleting Listrik, Masjid dan Madrasah di Sukaluyu Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta

7 Agustus 2026 - 06:44 WIB

masjid terbakar
Trending di Berita