Menu

Mode Gelap
Debit Bendung Cisokan Turun Drastis, Ribuan Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Cianjur Terancam Kekurangan Air Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Jalan KH Saleh Cianjur Dua Ular Sanca Ditemukan di Bak Bekas Septic Tank Ponpes di Cianjur, Damkar Sempat Kesulitan Evakuasi Jalan Beton Baru di Sukanagara Rusak Diterobos Pengendara, Bupati Cianjur: Sedikit Bersabar, Manfaatnya Bertahun-tahun Bocah 6 Tahun Tenggelam di Sungai Cilaku, Ditemukan Meninggal Setelah Dua Jam Pencarian Dua Bocah SD di Cianjur Sempat Hilang Usai Pulang Sekolah, Polisi Selidiki Dugaan Percobaan Penculikan

Berita

Debit Bendung Cisokan Turun Drastis, Ribuan Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Cianjur Terancam Kekurangan Air

badge-check

Debit Bendung Cisokan Turun Drastis, Ribuan Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Cianjur Terancam Kekurangan Air Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Musim kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan mulai berdampak pada pasokan irigasi di Kabupaten Cianjur. Bendung Cisokan di Kecamatan Bojongpicung mengalami penurunan debit air secara drastis sehingga pasokan air untuk sekitar 5.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang, dan Haurwangi mulai terganggu.

Menurunnya debit air membuat aliran irigasi ke areal persawahan semakin terbatas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran para petani karena tanaman padi yang sedang memasuki masa pertumbuhan berisiko mengalami kekeringan hingga gagal panen apabila musim kemarau terus berlanjut.

Petugas Bendung Cisokan, Hendra Purnama, mengatakan debit air saat ini mengalami penurunan cukup signifikan akibat tidak adanya hujan dalam beberapa bulan terakhir.

“Untuk debit yang ada di Bendung Cisokan sekarang terjadi penurunan yang signifikan. Untuk hari ini debitnya sekitar 4.202 liter per detik,” ujar Hendra, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, debit air terendah yang sempat tercatat mencapai 2.952 liter per detik.

“Sudah hampir tiga bulan tidak ada hujan, sehingga debit air menurun cukup drastis. Jika hujan belum turun, debit air diperkirakan akan terus menurun,” katanya.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, pengelola irigasi menerapkan sistem gilir-giring atau pembagian air secara bergiliran. petugas UPTD Operasi dan Pemeliharaan (OP) serta P3A Mitra Cai bekerjasama menjalankan sistem tersebut agar seluruh wilayah irigasi tetap mendapatkan pasokan air meskipun dalam jumlah terbatas.

“Untuk mengantisipasi kekeringan bagi para petani, kami menggunakan sistem gilir-giring. Pembagian dilakukan menjadi tiga golongan dan masing-masing mendapatkan giliran selama dua hari,” jelas Hendra.

Melalui sistem tersebut, harapannya, distribusi air dapat berlangsung lebih merata. Terutama bagi lahan pertanian di wilayah hilir yang paling terdampak akibat menurunnya debit Bendung Cisokan.

Pengelola irigasi berharap hujan segera turun agar debit Bendung Cisokan kembali meningkat. Sehingga, pasokan air untuk lahan pertanian di Bojongpicung, Ciranjang, dan Haurwangi dapat kembali normal dan risiko kekeringan dapat berkurang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Jalan KH Saleh Cianjur

31 Juli 2026 - 19:16 WIB

Pria Meningal di Irigasi

Dua Ular Sanca Ditemukan di Bak Bekas Septic Tank Ponpes di Cianjur, Damkar Sempat Kesulitan Evakuasi

31 Juli 2026 - 15:01 WIB

ular sanca

Jalan Beton Baru di Sukanagara Rusak Diterobos Pengendara, Bupati Cianjur: Sedikit Bersabar, Manfaatnya Bertahun-tahun

31 Juli 2026 - 09:03 WIB

jalan beton

Bocah 6 Tahun Tenggelam di Sungai Cilaku, Ditemukan Meninggal Setelah Dua Jam Pencarian

31 Juli 2026 - 05:53 WIB

bocah tenggelam di cilaku

Dua Bocah SD di Cianjur Sempat Hilang Usai Pulang Sekolah, Polisi Selidiki Dugaan Percobaan Penculikan

30 Juli 2026 - 08:05 WIB

penculikan
Trending di Berita