Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Sumpah Pemuda 2026, DEMA IAI Al-Azhary Soroti Fasilitas Olahraga dan Lapangan Kerja di Cianjur

badge-check

Sumpah Pemuda 2026, DEMA IAI Al-Azhary Soroti Fasilitas Olahraga dan Lapangan Kerja di Cianjur Perbesar

CIANJUR – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary Cianjur menyoroti keterbatasan fasilitas olahraga, akses pendidikan, dan kesempatan kerja bagi pemuda di Kabupaten Cianjur. Kritik tersebut mereka sampaikan dalam kegiatan konsolidasi, diskusi, dan refleksi Hari Sumpah Pemuda di Lapangan IAI Al-Azhary Cianjur, Rabu (28/10/2026).

Presiden Mahasiswa DEMA IAI Al-Azhary, Moch. Andika Rajes, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang mengenang perjuangan pemuda pada masa lalu. Kita juga harus berani bertanya, bagaimana kondisi pemuda Cianjur hari ini? Apakah mereka sudah mendapatkan akses pendidikan yang layak, fasilitas untuk mengembangkan bakat, serta kesempatan kerja yang memadai? Jangan sampai pemuda terus dituntut menjadi agen perubahan, tetapi ruang untuk bertumbuh justru masih terbatas,” ujar Andika.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian DEMA ialah fasilitas olahraga. Organisasi mahasiswa tersebut menilai kondisi Stadion Badak Putih belum memadai dan mendorong evaluasi terhadap fasilitas Lapang Prawitasari sebagai ruang publik serta sarana aktivitas olahraga masyarakat.

Menurut DEMA, fasilitas olahraga berperan penting dalam mendukung pembinaan atlet, aktivitas komunitas, kesehatan masyarakat, dan pengembangan potensi generasi muda. Karena itu, mereka mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur mengevaluasi pemeliharaan, kelayakan, aksesibilitas, dan pemerataan sarana olahraga.

“Kalau kita berbicara tentang pembangunan pemuda, jangan hanya melihat mereka dari sisi prestasi yang dituntut untuk diraih. Kita juga harus melihat apakah fasilitas dan dukungan yang kita butuhkan sudah tersedia. Bagaimana pemuda bisa mengembangkan potensinya secara maksimal apabila ruang untuk berlatih, berkarya, dan berkompetisi belum memadai?” tegas Andika.

Akses Pendidikan jadi Sorotan

Selain fasilitas olahraga, DEMA menyoroti akses pendidikan, keterampilan, dan lapangan kerja. Mereka menilai pemerintah perlu memperkuat program peningkatan keterampilan, mendukung kewirausahaan, serta membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan sektor industri agar pemuda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.

Andika mengatakan, pemuda membutuhkan dukungan nyata agar dapat mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Pemuda Cianjur memiliki potensi untuk berkembang di berbagai bidang. Namun, potensi itu harus diimbangi dengan kesempatan yang nyata. Pemerintah perlu memperkuat akses pendidikan, membuka ruang kewirausahaan, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan melibatkan pemuda dalam proses pembangunan. Produktivitas tidak cukup hanya diminta, tetapi harus difasilitasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, DEMA IAI Al-Azhary mendorong Pemkab Cianjur memperkuat pembangunan kepemudaan melalui perbaikan fasilitas publik, perluasan akses pendidikan dan pekerjaan, serta dukungan terhadap kreativitas dan kewirausahaan.

DEMA juga menilai pemerintah perlu membuka ruang dialog yang berkelanjutan dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Menurut Andika, mahasiswa tidak hanya berperan mengkritisi kebijakan, tetapi juga dapat menyampaikan gagasan dan mendorong solusi atas persoalan sosial.

Menutup refleksinya, Andika mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu terwujud melalui kesempatan yang adil bagi generasi muda untuk berkembang.

“Jangan hanya meminta pemuda bergerak, tetapi abaikan ruang yang mereka butuhkan untuk bertumbuh. Jangan hanya berbicara tentang masa depan generasi muda, tetapi persoalan pendidikan, pekerjaan, dan fasilitas publik yang mereka hadapi hari ini tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperjuangkan perubahan yang nyata,” pungkasnya.

DEMA IAI Al-Azhary menyatakan akan terus mengawal isu kepemudaan dan mendorong pembangunan Kabupaten Cianjur yang memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berdaya, produktif, dan berkontribusi kepada masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

300 Bangunan di Jalan Lingkar Timur Cianjur Bakal Ditertibkan, Pemkab Beri Tenggat Waktu 1 Bulan

28 Okt 2026 - 20:51 WIB

300 Bangunan di Jalan Lingkar Timur Cianjur Bakal Ditertibkan, Pemkab Beri Tenggat Waktu 1 Bulan

Temuan Pemeriksaan BPK, 120 ASN di Cianjur Tercatat sebagai Penerima Bansos

28 Okt 2026 - 20:23 WIB

Temuan Pemeriksaan BPK, 120 ASN di Cianjur Tercatat sebagai Penerima Bansos

Sopir Angkot Ugal-ugalan di Cianjur Minta Maaf, Bantah Mabuk

27 Okt 2026 - 22:48 WIB

Sopir Angkot Ugal-ugalan di Cianjur Minta Maaf, Bantah Mabuk

LK I HMI Komisariat IAI Al-Azhary Cianjur Bahas Nalar Kritis di Era Disinformasi

27 Okt 2026 - 22:28 WIB

LK I HMI Komisariat IAI Al-Azhary Cianjur Bahas Nalar Kritis di Era Disinformasi

Gapura SDN Kertajadi Cianjur Roboh, Siswi Kelas 5 dan Ayahnya Tertimpa

27 Okt 2026 - 22:02 WIB

Gapura SDN Kertajadi Cianjur Roboh, Siswi Kelas 5 dan Ayahnya Tertimpa
Trending di Berita