CIANJUR TIMES, Cianjur – SI (56), sopir angkutan kota (angkot) jurusan Cianjur–Cipanas yang videonya viral karena diduga berkendara ugal-ugalan, meminta maaf atas tindakannya. Ia mengaku sedang menghadapi masalah keluarga saat kejadian pada Rabu (21/10/2026), tetapi membantah mengemudi dalam kondisi mabuk.
SI menyampaikan permintaan maaf di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur pada Senin (26/10/2026) petang. Ia juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan akan lebih tertib dalam berkendara.
“Mohon maaf atas tindakan saya yang berkendara secara ugal-ugalan pada Rabu (21/10/2026) sehingga menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan,” ujar SI.
Ia menegaskan bahwa tindakannya bukan akibat dari pengaruh minuman keras.
“Saya tidak dalam kondisi mabuk, tapi sedang dalam kondisi ada masalah keluarga,” kata dia.
Pernyataan tersebut merupakan klarifikasi dari SI. Adapun dugaan kondisi sopir saat kejadian tetap perlu merujuk pada hasil pemeriksaan petugas.
Polisi Tilang dan Amankan Angkot
Kepala Unit Turjawali Satlantas Polres Cianjur, Inspektur Dua Gingin Ginanjar, mengatakan petugas telah menindak SI dengan menerbitkan surat tilang. Petugas juga mengamankan angkot tersebut karena yang bersangkutan tidak dapat menujukkan dokumen kendaraan dan pengemudi saat pemeriksaan.
“Angkotnya kami sita karena tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK. Kendaraan kami titipkan di kantor Dishub untuk menjalani pemeriksaan KIR dan izin trayeknya juga,” ujar Gingin dalam keterangannya yang dikutip melalui Kompas.com.
Pemeriksaan tersebut mencakup kelengkapan dokumen serta uji berkala kendaraan atau KIR dan izin trayek. Status penanganan kendaraan selanjutnya mengikuti keterangan resmi petugas terkait.
Penumpang Turun karena Khawatir
Sebelumnya, video yang memperlihatkan angkot jurusan Cianjur–Cipanas diduga dikemudikan secara ugal-ugalan beredar di media sosial. Dalam video berdurasi 55 detik tersebut, angkot berwarna biru tua tampak membawa sejumlah penumpang perempuan, termasuk pelajar dan ibu-ibu.
Para penumpang terlihat khawatir terhadap keselamatan mereka. Mereka kemudian meminta sopir menghentikan kendaraan dan memilih turun sebelum mencapai tujuan.
Peristiwa itu menjadi perhatian setelah video tersebut beredar luas di media sosial. Petugas Dinas Perhubungan Cianjur dan kepolisian kemudian memeriksa sopir terkait kejadian tersebut.
SI menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia juga mengingatkan sesama pengemudi agar mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.***








