CIANJUR TIMES, Jakarta – Cianjur Creative Network memperkenalkan Batik Genturan sebagai salah satu produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dalam kegiatan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026 di Jakarta, 24–25 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Batik Genturan diperkenalkan kepada Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo.
Keikutsertaan Cianjur Creative Network menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Cianjur melalui produk kreatif yang mengangkat identitas dan kearifan lokal.
Batik Genturan memiliki perpaduan motif yang merepresentasikan kekhasan daerah, yakni Suling, Lampu Gentur, Ayam Pelung, dan butiran beras Pandan Wangi. Unsur-unsur tersebut berkaitan dengan kekayaan budaya, kerajinan, serta potensi lokal Cianjur.
Indonesia Creative Connect 2026 terselenggara atas inisiasi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dengan tema “From Global Vision to Local Action”. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Rangkaian kegiatan ICC 2026 mencakup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) ICCN, Creative Conference. Selain itu ada pula Leaders Talk, Creative Talk, IP Talk, serta Creative Cities Indonesia Showcase yang menampilkan karya dan produk kreatif dari berbagai daerah.
Melalui partisipasi tersebut, Cianjur Creative Network turut membawa produk berbasis budaya lokal ke ruang kolaborasi antardaerah. Pengenalan Batik Genturan juga menjadi salah satu cara untuk memperluas perhatian terhadap potensi kreatif Cianjur di tingkat nasional.
Pengembangan potensi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari komunitas kreatif, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, media, hingga mitra pendukung lainnya. Hal ini bertujuan agar kekayaan budaya lokal dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.









