CIANJUR TIMES, Sindangbarang – Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian Irfan Sobirin, nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Operasi dihentikan pada Rabu (21/10/2026) setelah tujuh hari pencarian, tetapi korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan pencarian pada hari ketujuh kembali petugas lakukan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Kedua tim menyisir sejumlah kawasan pesisir untuk mencari keberadaan korban.
“Pada hari ketujuh, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik pesisir. Namun, hingga pelaksanaan operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Ade dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
SRU pertama melakukan penyisiran dari Pantai Sinar Laut hingga Pantai Cikakap. Sementara itu, SRU kedua menyisir wilayah dari Pantai Cikakap hingga Pantai Cibakung.
Setelah rangkaian pencarian selesai, tim melaksanakan evaluasi dan penutupan operasi sekitar pukul 16.15 WIB.
Ade menjelaskan, keputusan penutupan operasi mempertimbangkan durasi pencarian selama tujuh hari sesuai prosedur operasi standar (SOP), hasil evaluasi, serta hasil mediasi bersama keluarga korban.
“Dengan mempertimbangkan pelaksanaan pencarian selama tujuh hari sesuai SOP, hasil evaluasi operasi, serta hasil mediasi bersama keluarga korban, kami mengusulkan penutupan Operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya kembali ke kesatuannya masing-masing,” kata Ade.
Kronologi Nelayan Hilang
Irfan Sobirin dilaporkan hilang setelah berangkat melaut menggunakan perahu bernama AM FAMILY pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sehari kemudian, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, nelayan lain menemukan perahu tersebut dalam kondisi tanpa awak. Mesin perahu masih menyala, sementara sejumlah barang milik korban masih berada di dalamnya.
Perahu kemudian dievakuasi oleh perahu Putra Senjaya menuju Cidaun. Namun, keberadaan Irfan belum diketahui hingga operasi pencarian memasuki hari ketujuh.
Libatkan Unsur SAR Gabungan
Operasi pencarian melibatkan 19 personel gabungan dari Kantor SAR Bandung, Basarnas USS Cianjur, Polairud Cidaun Cianjur. Selain itu terlibat juga Polsek Sindangbarang, Polsek Cidaun, Damkar Sindangbarang, Retana Korcam Sindangbarang, Unit SAR Unpad, dan 130 MS.
Tim mengerahkan dua unit kendaraan penyelamat, satu unit Landing Craft Rubber (LCR), serta peralatan SAR air. Selain itu juga ada perangkat komunikasi, dan alat pelindung diri.
Dalam pelaksanaan pencarian, kondisi cuaca dilaporkan berawan. Tinggi gelombang mencapai sekitar 1,9 meter, dengan arus berkisar 0,7–0,8 knot ke arah barat. Sementara itu, kecepatan angin berada pada kisaran 9–13 knot dari arah tenggara.
Kantor SAR Bandung menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian.
Meski operasi SAR telah ditutup, korban belum ditemukan hingga pencarian berakhir.***










