CIANJUR TIMES, CIANJUR – Bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Cianjur masih disalurkan dengan volume sekitar 20 ribu liter per hari. Pelaksanaan distribusi ini ada di empat kecamatan karena hujan yang turun belum merata dan belum cukup memulihkan ketersediaan air bersih masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan penanganan kekeringan masih berlangsung di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut akibat pengaruh peralihan musim yang berjalan lebih lambat serta fenomena El Niño.
“Peralihan musim kemarau menuju musim hujan berlangsung lebih lambat dan berpengaruh terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah. Termasuk di Kabupaten Cianjur,” katanya, Senin (19/10/2026), seperti dalam kutipan dari ANTARA.
Samudra menjelaskan, hujan yang turun pada awal Oktober belum memberikan dampak berarti terhadap pemulihan sumber air warga. Hujan tersebut berlangsung singkat dan belum menjangkau seluruh wilayah, terutama sejumlah kawasan di Cianjur bagian selatan.
“Awal Oktober sempat turun hujan di Cianjur berturut-turut selama empat hari, namun durasinya hanya sekitar 15 menit dan belum merata di seluruh wilayah, bahkan sejumlah wilayah di selatan belum turun hujan,” katanya.
Distribusi Air Bersih di Musim Kemarau
Menurut Samudra, BPBD bersama dinas dan instansi terkait masih mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki. Penyaluran bantuan tersebut di Kecamatan Sukaluyu, Mande, Cikalongkulon, dan Karangtengah untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
“Masih terus berjalan pendistribusian dengan harapan hujan segera turun agar sumber air bersih warga kembali tercukupi, selama masih kemarau pelayanan air bersih dari truk tangki akan terus diberikan,” katanya.
Penanganan kekeringan tersebut berlangsung di tengah perpanjangan status siaga darurat kekeringan di Jawa Barat hingga November 2026. Perpanjangan status ini berdasarkan keputusan BPBD Jawa Barat, sementara BPBD Cianjur melanjutkan penanganan bagi masyarakat terdampak di wilayahnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Niño masih bertahan hingga awal 2027. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi awal musim hujan di sejumlah wilayah, meskipun waktu kedatangan hujan dapat berbeda antardaerah.
BPBD Cianjur masih mengandalkan distribusi air bersih untuk membantu masyarakat selama sumber air belum pulih. Harapannya, warga di wilayah terdampak dapat terus memperoleh bantuan sesuai kebutuhan selama penanganan kekeringan berlangsung.***










