CIANJUR TIMES, Cianjur — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mencatat 921 lulusan SMP tidak melanjutkan pendidikan formal setelah lulus pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 399 anak disebut putus sekolah total, sedangkan 522 lainnya memilih pendidikan pesantren tanpa pendidikan nonformal.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur Ipan Sopandi mengatakan data tersebut berasal dari rekapitulasi lulusan SMP tahun ini. Secara keseluruhan, terdapat 29.961 pelajar yang lulus dari 458 sekolah di Kabupaten Cianjur.
“Sebagian besar melanjutkan pendidikan ke SMK. Tapi ada juga yang mengikuti pendidikan kesetaraan,” kata Ipan Sopandi.
Berdasarkan data Disdikpora, sebanyak 10.474 lulusan melanjutkan pendidikan ke SMA, sedangkan 14.569 lainnya masuk SMK. Selain itu, sebanyak 1.620 lulusan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah (MA) dan 1.260 orang memilih jalur pendidikan kesetaraan Paket C.
Disdikpora juga mencatat 1.117 lulusan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren dengan sistem pendidikan yang tercatat dalam rekapitulasi dinas.
BACA JUGA : Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora
399 Anak Disebut Putus Sekolah
Dari total lulusan tersebut, terdapat 921 anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Ipan menjelaskan, jumlah itu terdiri atas 522 anak yang memilih pendidikan pesantren tanpa pendidikan nonformal dan 399 anak yang disebut putus sekolah total.
“Betul ada 921 anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Tapi 522 anak memilih untuk pesantren tanpa pendidikan nonformal, dan 399 anak lagi putus sekolah total,” tutur Ipan.
Menurut Ipan, faktor ekonomi menjadi salah satu kendala utama yang membuat sebagian lulusan tidak melanjutkan pendidikan formal. Selain biaya pendidikan, keluarga juga harus menanggung kebutuhan transportasi, uang jajan, seragam, dan perlengkapan sekolah.
“Faktor utamanya ekonomi. Untuk SMA/SMK tidak banyak. Sehingga harus mengeluarkan ongkos besar, belum lagi biaya jajan harian. Untuk awal sekolah juga harus beli seragam dan kebutuhan sekolah,” kata Ipan.
Disdikpora Upayakan Pendidikan Lanjutan
Disdikpora Kabupaten Cianjur berupaya menelusuri kembali lulusan yang belum melanjutkan pendidikan untuk mencari pilihan pendidikan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Ipan mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mendorong anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan melalui sekolah formal. Jika kondisi keluarga tidak memungkinkan, pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi salah satu pilihan.
“Kami akan coba upayakan agar lanjut ke sekolah formal. Jika memang tidak memungkinkan, kami akan dorong masuk ke PKBM, mengambil paket X,” ujar Ipan.
Upaya tersebut diarahkan agar lulusan SMP yang belum melanjutkan pendidikan tetap memiliki akses terhadap pendidikan lanjutan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.***















