CIANJUR TIMES, Cianjur – Realisasi investasi di Kabupaten Cianjur mencapai Rp607 miliar pada triwulan pertama 2026. Capaian tersebut setara dengan 23,03 persen dari target investasi yang ditetapkan pemerintah daerah sepanjang tahun ini.
Data tersebut dihimpun oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal selama periode Januari hingga Maret 2026.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, mengatakan realisasi investasi tersebut berasal dari ratusan proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha dan memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.
BACA JUGA : DPMPTSP Kabupaten Cianjur Optimalkan Implementasi Perizinan Berbasis Risiko untuk Aparat Desa dan Kecamatan
Serap Ribuan Tenaga Kerja
Sepanjang triwulan pertama 2026, investasi yang masuk ke Kabupaten Cianjur tercatat berasal dari 853 proyek. Dari jumlah tersebut, sektor usaha yang berkembang mampu menyerap sebanyak 1.839 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan dua tenaga kerja asing (TKA).
Superi menjelaskan, penanaman modal asing (PMA) mendominasi realisasi investasi. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) berada di bawahnya.
“Realisasi investasi dari PMDN sebesar Rp161 miliar dengan total sebanyak 659 proyek dengan TKI sebanyak 695 orang dan PMA sebesar Rp446 miliar. Dari sebanyak 158 proyek dengan jumlah TKI 1.104 orang dan TKA 2 orang,” ujar Superi, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data tersebut, kontribusi PMDN mencapai sekitar 26,5 persen dari total investasi, sedangkan PMA mendominasi dengan porsi sekitar 73,5 persen.
Optimistis Target Investasi Tahunan Tercapai
DPMPTSP Kabupaten Cianjur optimistis realisasi investasi akan terus meningkat pada triwulan berikutnya. Pemerintah daerah menilai capaian pada awal tahun ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi dan iklim usaha di Kabupaten Cianjur.
Selain terus mendorong masuknya investasi baru, pemerintah daerah juga berupaya menjaga kemudahan layanan perizinan agar para pelaku usaha dapat merealisasikan investasinya dengan lebih cepat dan efisien.
“Target realisasi investasi di Cianjur sudah berada di angka aman,” kata Superi.
Menurutnya, berbagai potensi investasi di wilayah Cianjur Utara maupun Cianjur Selatan masih terus dipromosikan. Hal ini guna menarik minat investor dari dalam maupun luar negeri.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap peningkatan investasi dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sektor usaha produktif.
Optimalisasi layanan perizinan berbasis digital juga terus berjalan guna meningkatkan transparansi dan mempercepat proses pengurusan izin usaha.
“Mudah-mudah lebih meningkat lagi untuk triwulan dua nanti pada Juli,” pungkas Superi.***
















