Menu

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus, DPRD Diberi Ultimatum 2×24 Jam

badge-check

Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus, DPRD Diberi Ultimatum 2×24 Jam Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (8/4/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut kejelasan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, serta meminta jaminan keamanan bagi masyarakat sipil.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan longmarch dan orasi di depan gedung DPRD.

BACA JUGA : Kawal Demokrasi, Aliansi BEM Cianjur Tolak Wacana Pilkada Tertentu

Mahasiswa Ajukan Sejumlah Tuntutan

Jenderal Lapangan aksi, Irsan, menyampaikan tuntutan mahasiswa mengacu pada Pasal 28E UUD 1945 terkait kebebasan berpendapat.

“Aksi hari ini membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mengacu pada UUD 1945 Pasal 28E terkait kebebasan berpendapat. Kami meminta Kapolres dan Dandim untuk menandatangani petisi demi menjamin keamanan aktivis mahasiswa dan masyarakat di Cianjur,” ujar Irsan.

Mahasiswa juga meminta agar proses penegakkan hukum dugaan pelanggaran oleh aparat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami ingin supremasi hukum ditegakkan, termasuk jika ada pelanggaran oleh militer di ranah sipil, harus dibawa ke peradilan sipil,” katanya.

Desak DPRD Tindak Lanjut Aspirasi

Perwakilan Aliansi BEM Cianjur, Mohamad Vito Andriyaksa, menilai kasus tersebut perlu mendapat perhatian serius.

“Peristiwa ini bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan indikasi serius memburuknya iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat. Kami menuntut supremasi sipil ditegakkan secara konsisten,” tegas Vito.

Mahasiswa juga meminta DPRD Kabupaten Cianjur meneruskan aspirasi mereka ke tingkat pusat, termasuk mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

DPRD Belum Beri Respons

Hingga aksi berlangsung, tidak ada perwakilan DPRD, kepolisian, maupun TNI yang menemui massa aksi.

Mahasiswa menyatakan kekecewaan atas tidak adanya tanggapan langsung dari pihak terkait.

“Kami memberikan ultimatum 2×24 jam. Jika tidak ada respons, kami akan kembali menggelar aksi di tempat yang sama,” pungkas Irsan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita