Cidaun, CIANJUR TIMES – Bencana tanah longsor menerjang 17 titik di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Jumat (27/3) hingga Sabtu (28/3). Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan penghubung antar desa sepanjang 750 meter putus total tertimbun material tanah.
Petugas gabungan dari unsur kecamatan, TNI/Polri, relawan, bersama masyarakat setempat kini tengah berupaya membuka kembali akses jalan yang tertutup. Proses evakuasi material dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya karena kendala medan yang sulit dijangkau kendaraan berat.
BACA JUGA : Hujan Deras Picu Longsor di Campakamulya, Belasan Rumah Warga Rusak
Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengonfirmasi bahwa sebagian besar titik longsor menutup landasan jalan utama dan area persawahan milik warga. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan infrastruktur membuat aktivitas warga di beberapa desa terhambat sepenuhnya.
“Longsor di belasan titik terjadi di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, menutup landasan jalan dan area persawahan warga sedangkan di desa lain masih dalam pendataan karena jarak tempuh yang sulit dilalui kendaraan,” ujar Gagan saat dihubungi pada Minggu (29/3/2026).
Gagan menjelaskan bahwa saat ini warga dari sejumlah kampung bergotong-royong menyingkirkan material longsor agar jalan bisa segera warga lalui minimal oleh kendaraan roda dua. Kendala utama di lapangan adalah banyaknya titik longsor yang mencapai 14 titik di sepanjang jalur utama desa.
Pihak Kecamatan Cidaun telah melaporkan bencana ini secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui BPBD. Laporan tersebut mencakup permintaan penanganan darurat dan perbaikan permanen pada infrastruktur jalan yang rusak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
BACA JUGA : Kecelakaan di Cidaun, Mobil Suzuki Aerio Tabrak Deretan Motor dan Pick Up
Sawah Tertimbun Longsor, Bencana Susulan Menghantui
Selain infrastruktur jalan, tercatat sekitar 8 hektare sawah warga tertimbun material tanah. Ancaman bencana susulan juga masih menghantui pemukiman warga di sekitar lokasi kejadian.
“Bencana alam di Desa Cibuluh selain menutup jalan utama penghubung antar desa, membuat sekitar 15 rumah warga terancam sehingga warga diminta siaga dan waspada segera mengungsi ketika longsor kembali terjadi,” tutur Gagan.
Hingga saat ini, pendataan detail mengenai kerusakan di desa lain di wilayah Cidaun masih terus Petugas lakukan. Kondisi cuaca yang tidak menentu mengharuskan petugas dan warga tetap dalam status waspada tinggi.
“Kami meminta warga di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta jeli membaca tanda alam. Segera mengungsi ketika hujan deras dengan intensitas tinggi kembali turun,” pungkasnya.***




















