CIANJUR TIMES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah tersebut selama dua minggu ke depan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat dengan intensitas tinggi diprediksi mengguyur seluruh wilayah Cianjur pada pagi, siang, hingga malam hari. Situasi ini memicu peningkatan pengawasan karena curah hujan tinggi sangat berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk memperkuat kewaspadaan dan proaktif dalam memantau kondisi lingkungan sekitar. Mengingat topografi Cianjur yang rawan longsor dan banjir, kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko kerugian. BPBD juga memastikan koordinasi dengan aparat kewilayahan terus berjalan intensif guna merespons segala kemungkinan yang terjadi di lapangan.
Mitigasi Risiko dan Pengawasan Wilayah Rawan
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menegaskan bahwa periode dua pekan ini merupakan masa krusial bagi keselamatan warga. Hingga saat ini, Pemkab Cianjur secara resmi masih menetapkan status siaga bencana alam di Cianjur yang akan berlaku hingga April 2026 mendatang. Fokus utama pengawasan tertuju pada wilayah selatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pergerakan tanah saat hujan deras dalam durasi lama.
“Potensi hujan deras diprediksi terjadi selama dua pekan ke depan, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam. Kami minta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, jeli membaca tanda alam dan segera mengungsi,” ujar Asep Sudrajat pada Jumat (13/2/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya evakuasi dini sebelum bencana benar-benar melanda pemukiman.
“Segera mengevakuasi warga ketika hujan turun deras lebih dari dua jam terutama saat malam,” tambahnya mempertegas instruksi keselamatan bagi masyarakat.
Penanganan Pasca Bencana dan Kesiapan Relawan
Meskipun dalam dua hari terakhir belum ada laporan musibah baru, BPBD tetap memantau pemulihan di beberapa lokasi terdampak sebelumnya. Di Kecamatan Campakamulya, petugas telah menangani akses jalan yang sempat terputus. Selain itu juga memfasilitasi relokasi bagi warga yang rumahnya hancur tertimbun longsor. Saat ini, sebanyak 354 desa di Cianjur telah menyiagakan Relawan Tangguh Bencana (Retana) untuk melakukan pemantauan rutin selama 24 jam penuh.
“Untuk kejadian bencana alam di Campakamulya sudah ditangani, belasan kepala keluarga yang rumahnya rusak akan direlokasi,” kata Asep.
Ia juga menjamin bahwa seluruh relawan siap bergerak cepat jika muncul tanda-tanda bahaya.
“Berbagai upaya kami lakukan guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat bencana dengan menyiagakan seluruh relawan berkoordinasi dengan aparat kecamatan,” jelasnya lagi.
Asep menutup dengan menekankan bahwa keselamatan nyawa manusia adalah prioritas tertinggi dalam kebijakan siaga bencana alam di Cianjur tahun ini.
“Seluruh relawan rutin memantau dan mengawasi wilayahnya masing-masing segera melakukan penanganan cepat dan koordinasi,” pungkasnya.***












