Menu

Mode Gelap
50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ Tukang Ojek di Cibeber Cianjur Diserang Saat Pulang, Alami Luka Serius dan Motor Hilang

Berita

Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 7,5 Miliar di Cidaun

badge-check

Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (17/9/2025). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri) Perbesar

Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (17/9/2025). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

CIANJUR TIMES – Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster dalam skala besar. Petugas mengamankan 50 ribu ekor benih bening lobster (BBL) senilai Rp 7,5 miliar di wilayah Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Dalam operasi pada Selasa, 16 September 2025, polisi menangkap satu orang tersangka berinisial JVQ (40), yang berperan sebagai sopir.

Direktur Kepolisian Perairan, Brigadir Jenderal Idil Tabransyah, mengatakan bahwa perdagangan ilegal ini tidak hanya merugikan negara secara finansial. Tetapi juga mengancam kelestarian sumber daya laut yang sangat berharga.

“Pengiriman dan perdagangan benih bening lobster tanpa izin tidak hanya merugikan negara hingga miliaran rupiah, tetapi juga mengancam kelestarian sumber daya laut kita,” kata Idil.

Kronologi Penangkapan dan Dampak Ekologis Penyelundupan Benih Lobster

Penangkapan bermula saat tim patroli mencurigai sebuah kendaraan yang melintas. Setelah petugas menghentikan kendaraan tersebut, petugas menemukan tujuh kotak karton yang di dalamnya penuh dengan benih bening lobster.

Menurut keterangan awal, tersangka JVQ mengaku bekerja atas perintah seorang pengepul berinisial D dan telah beberapa kali melakukan pengiriman. Untuk setiap tugasnya, ia mendapat upah sekitar Rp 1,7 juta.

Potensi kerugian negara dari upaya penyelundupan ini diperkirakan mencapai Rp 7,5 miliar. Dengan asumsi harga pasar gelap benih lobster sekitar Rp 150 ribu per ekor. Nilai ini belum termasuk dampak ekologis yang jauh lebih besar.

“Jumlah tersebut belum termasuk dampak ekologis yang jauh lebih besar akibat hilangnya benih dari habitat alaminya,” ujar Idil.

Untuk memastikan benih lobster tersebut selamat, polisi berkoordinasi dengan Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan untuk melepaskan seluruh BBL kembali ke laut. Hingga saat ini, kasus masih terus dalam pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

16 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Paskibraka cianjur

Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

15 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kebakaran Gunung

Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan

15 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

14 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Apel Kebangsaan

MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ

14 Agustus 2026 - 19:59 WIB

mendadak dj
Trending di Berita