Menu ✖

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Dugaan Keracunan MBG di Cianjur Terulang, Belasan Santriwati di Cidaun Dirawat Intensif

badge-check

Dugaan Keracunan MBG di Cianjur Terulang, Belasan Santriwati di Cidaun Dirawat Intensif Perbesar

CIANJUR TIMES – Kasus dugaan keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) kembali terjadi di Cianjur. Kali ini, menimpa 12 santriwati di Yayasan Pendidikan Islam Assatinem, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan. Para santriwati ini dilarikan ke Puskesmas Cidaun setelah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makan siang.

Menurut Kepala Puskesmas Cidaun, Eman Sulaeman, pihak Puskesmas telah menangani 12 santriwati yang menunjukkan gejala mirip keracunan. Mereka dirawat secara intensif sejak Rabu (20/8/2025) sore hingga malam hari. “Sore kemarin hingga malam kita menangani 12 siswa yang mengeluhkan gejala seperti keracunan karena mual, muntah, pusing. Dari 12 orang, kini 1 orang sudah membaik, sisanya yakni 11 orang masih dalam observasi,” ujar Eman, Kamis (21/8/2025).

Saus MBG Terasa Basi, Dinas Kesehatan Periksa Sampel Makanan

Salah seorang santriwati berinisial AM (17) mengaku merasakan sakit perut dan mual setelah menyantap menu MBG. “Saya termasuk salah satu yang makan. Semuanya makan di asrama. Selang dua jam kemudian mulai terasa sakit perut, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah sampai dehidrasi. Ada 12 orang yang kena,” katanya.

AM mengungkapkan salah satu menu dari MBG, yaitu saus dari mi spageti, mengeluarkan bau tidak sedap. “Sausnya agak basi. Lengket tapi encer, baunya juga enggak enak,” ungkapnya, menduga saus tersebut menjadi penyebab keracunan.

Eman Sulaeman menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan MBG tersebut karena para santri juga sempat sarapan pagi. Untuk memastikan penyebabnya, tim dari Dinas Kesehatan Cianjur telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, I Made Setiawan, membenarkan bahwa timnya masih melakukan investigasi di lapangan. “Tim masih investigasi di lapangan sesuai prosedur penanganan,” pungkasnya.

Ini bukan kasus dugaan keracunan pertama terkait program MBG di Cianjur. Pada April 2025, puluhan pelajar dari MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur juga mengalami keracunan setelah menyantap menu yang sama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita