Menu

Mode Gelap
Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

Berita

Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta

badge-check

Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta Perbesar

CIANJUR TIMES – Sejumlah petani di Kabupaten Cianjur mendadak dikejutkan dengan adanya tagihan pinjaman bank bernilai puluhan juta rupiah. Mereka merasa tidak pernah mengajukan pinjaman tersebut, namun nama mereka tercatat dalam sistem BI Checking.

Inong (59), petani asal Kampung Pasirkuda, Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, mengalami hal serupa. Ia baru mengetahui ada pinjaman senilai Rp45 juta atas namanya saat hendak mengajukan pinjaman ke bank pelat merah.

“Saya terkejut, ternyata nama saya masuk daftar BI Checking. Padahal, saya belum pernah merasa mengajukan pinjaman sebesar itu,” ujar Inong, Selasa (15/4/2025).

Setelah berdiskusi dengan suaminya dan pihak bank, muncul indikasi bahwa pinjaman itu berasal dari program bantuan permodalan pertanian pada tahun 2023 dari sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut sempat menawarkan bantuan kepada Inong. Ia lalu menyerahkan fotokopi KTP dan KK, namun tidak pernah menerima dana bantuan seperti yang perusahaan janjikan.

“Saat itu perusahaan minta dokumen, tapi tidak ada kejelasan. Tiba-tiba sekarang ada tunggakan atas nama saya,” jelasnya.

Kasus Pinjaman ‘Siluman” Juga Menimpa Petani Lainnya

Tidak hanya Inong, setidaknya ada 11 petani lain di wilayahnya yang mengalami kejadian serupa. Mereka semuanya menyerahkan dokumen pada waktu yang sama dan kini menghadapi masalah BI Checking karena pinjaman yang tidak mereka nikmati.

Seorang mantan pegawai dari perusahaan permodalan tersebut membenarkan bahwa masalah serupa juga terjadi di berbagai kecamatan lain di Cianjur. Ia mengungkapkan bahwa setiap petani seharusnya menerima total pinjaman sebesar Rp45 juta secara bertahap. Namun kenyataannya, banyak yang hanya menerima tahap awal sebesar Rp5 juta, lalu tahap selanjutnya tidak pernah ada pencairan.

“Banyak petani yang sudah melunasi tahap pertama, tapi tahap kedua tidak kunjung cair. Akhirnya mereka tetap tercatat punya tunggakan penuh senilai Rp45 juta,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, masalah ini bisa meluas karena dalam sebulan ada ratusan petani yang mendaftar di bawah timnya. Jika melihat hitungan total, bisa mencapai ribuan petani di Cianjur dan daerah lain di Jawa Barat.

“Kalau semuanya dicek ke bank, bisa jadi ribuan orang tercatat punya tunggakan fiktif. Perusahaan induknya sendiri ada di Jakarta, dengan cabang di berbagai daerah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto menyatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari para korban.

“Kalau ada laporan masuk, kami akan langsung lakukan penyelidikan,” ujarnya singkat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri
Trending di Berita