Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Timbulan Sampah Cianjur Capai 300 Ton per Hari, DLH Siapkan Kerja Sama Pengolahan

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cianjur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur menyiapkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memperluas pengelolaan sampah. Langkah ini dilakukan di tengah timbulan sampah daerah yang diperkirakan mencapai 250–300 ton per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Limbah B3 DLH Kabupaten Cianjur, Wandi Juliyaman, mengatakan TPA Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon saat ini mengelola sekitar 25 ton sampah per hari.

Angka tersebut menunjukkan bahwa volume yang dikelola di TPA masih jauh di bawah perkiraan timbulan sampah harian Kabupaten Cianjur. Namun, besarnya sampah yang ditangani melalui fasilitas lain perlu diperhitungkan untuk mengetahui tingkat pengelolaan sampah secara keseluruhan.

“Berarti hanya sekitar 20% yang bisa dikelola di TPA Cikalongkulon,” kata Wandi seusai sosialisasi pengelolaan sampah di Kecamatan Karangtengah, Selasa (13/10).

DLH berencana melibatkan pihak ketiga untuk mendukung pengolahan sampah yang belum tertangani secara optimal. Dalam rencana tersebut, pelaksanaan pengelolaan akan dikerjasamakan dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kecamatan Karangtengah.

“Hari ini kita sosialisasikan pengelolaan sampah yang insya Allah nanti akan dilaksanakan pihak ketiga. Nanti pelaksanaannya dikerjasamakan dengan TPS 3R di Kecamatan Karangtengah,” ungkapnya.

Pihak Ketiga Menyatakan Siap terlibat Pengolahan Sampah

Wandi menyebut pihak ketiga yang akan dilibatkan telah menyatakan kesiapan menyediakan infrastruktur pendukung, termasuk mesin pengolah sampah. Rencananya, sampah akan dipilah berdasarkan jenisnya untuk kemudian diolah sesuai karakteristik material.

Sampah anorganik direncanakan diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar yang berasal dari pengolahan sampah. Sementara itu, sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos.

“Untuk sampah anorganik nanti akan jadi RDF (Refuse-Derived Fuel) dan sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos,” imbuhnya.

DLH menargetkan kerja sama pengelolaan sampah tersebut dapat mulai direalisasikan pada awal November. Meski demikian, kepastian pelaksanaan dan kapasitas pengolahan masih perlu diperjelas agar masyarakat mengetahui sejauh mana program tersebut dapat membantu mengurangi sampah yang belum tertangani.

Wandi juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan agar proses pengolahan dapat berjalan sesuai peruntukannya.

“Jadi, sampah itu harus dipilah dan dipilih. Tidak asal dibuang sehingga sampah anorganik dan organik bercampur,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Palace Hotel Cipanas Dukung Cipanas Ngariung 2026, Dorong Kolaborasi Lokal

14 Okt 2026 - 08:55 WIB

Palace Hotel Cipanas Dukung Cipanas Ngariung 2026, Dorong Kolaborasi Lokal

Momen HUT Kecamatan Cipanas, Camat Dorong Peningkatan IPM Lewat Pendidikan hingga Ekonomi

14 Okt 2026 - 08:43 WIB

Momen HUT Kecamatan Cipanas, Camat Dorong Peningkatan IPM Lewat Pendidikan hingga Ekonomi

HUT ke-22 Kecamatan Cipanas Santuni 350 Anak Yatim, Pariwisata dan UMKM Jadi Sorotan

14 Okt 2026 - 08:33 WIB

HUT ke-22 Kecamatan Cipanas Santuni 350 Anak Yatim, Pariwisata dan UMKM Jadi Sorotan

Tujuh Pekerja SPPG 03 Jatisari Cianjur Dilaporkan Jadi Korban Pemukulan

13 Okt 2026 - 21:30 WIB

Tujuh Pekerja SPPG 03 Jatisari Cianjur Dilaporkan Jadi Korban Pemukulan

Peserta Jaminan Kesehatan yang Ditanggung Pemkab Cianjur Tersisa 372 Ribu, DPRD Minta Data Dibenahi

13 Okt 2026 - 21:08 WIB

Peserta Jaminan Kesehatan yang Ditanggung Pemkab Cianjur Tersisa 372 Ribu, DPRD Minta Data Dibenahi
Trending di Berita