Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah

badge-check

Pemkab Cianjur Catat 100 Warga Keberatan karena Desil Kesejahteraan Berubah Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur — Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sekitar 100 warga dari sejumlah kecamatan menyampaikan keberatan setelah perubahan desil atau peringkat tingkat kesejahteraan membuat mereka tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos).

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Cianjur, Handika Firdaus, mengatakan perubahan desil bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan pemerintah pusat melalui proses pengolahan, pemadanan, validasi, dan pemeringkatan data.

Menurut Handika, masyarakat yang menilai perubahan desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya dapat mengajukan usulan maupun sanggahan. Warga dapat menyampaikan laporan melalui operator pemerintah desa yang memiliki akses terhadap aplikasi SIKS-NG.

“Perubahan peringkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu penyebab munculnya keluhan masyarakat terkait bantuan sosial yang terancam tidak lagi mereka terima,” katanya di Cianjur, Jumat (28/8/2026).

Laporan masyarakat selanjutnya dapat melalui proses verifikasi lapangan. Proses ini melibatkan pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), kepala dusun, ketua RT, maupun ketua RW.

Pembaruan Data Desil Secara Daring

Selain melalui pemerintah desa, masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan data secara daring melalui aplikasi resmi Cek Bansos milik Kementerian Sosial. Pengajuan menggunakan data e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) dengan memilih menu Usul Sanggah atau Usulkan Pembaruan.

Setelah pengajuan masuk, pemerintah desa dan pendamping sosial melakukan pemeriksaan awal. Dinas Sosial kemudian melakukan verifikasi administratif sebelum proses data lebih lanjut di tingkat pemerintah pusat.

“Untuk lama proses perbaikan data hingga masuk daftar bansos membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk pembaruan tingkat kesejahteraan atau desil secara menyeluruh, tergantung proses di BPS dan Kemensos,” katanya.

Karena itu, Dinsos Cianjur mendorong pemerintah desa melakukan pemutakhiran data secara berkala. Terutama terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) PKH, penerima bantuan sembako, dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Handika juga mengimbau masyarakat penerima bansos menjaga kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya. Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang menurutnya dapat memengaruhi penilaian kelayakan penerima bantuan, termasuk judi online maupun pinjaman online.

“Masyarakat penerima bansos untuk menjaga kesesuaian kondisi data dengan keadaan sebenarnya. Serta menghindari aktivitas yang dapat mempengaruhi penilaian kelayakan penerima bantuan, termasuk judi online maupun pinjaman online,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polisi Amankan 32 Pelajar Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Cibeber Cianjur

17 Okt 2026 - 17:40 WIB

Polisi Amankan 32 Pelajar Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Cibeber Cianjur

Aliansi BEM Cianjur dan Polres Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Haurwangi

16 Okt 2026 - 15:45 WIB

Aliansi BEM Cianjur dan Polres Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Haurwangi

Ngerayap Community Indonesia Gelar Aksi Bersih Masjid dan Santunan di Cianjur

16 Okt 2026 - 14:00 WIB

Ngerayap Community Indonesia Gelar Aksi Bersih Masjid dan Santunan di Cianjur

Nelayan Cidaun Cianjur Hilang saat Melaut, Tim SAR Lakukan Pencarian

15 Okt 2026 - 20:46 WIB

Nelayan Cidaun Cianjur Hilang saat Melaut, Tim SAR Lakukan Pencarian

Polisi Ungkap Operasional Judi Online KICAU99 di Sukaresmi Cianjur, 9 Orang Ditangkap

15 Okt 2026 - 16:53 WIB

Polisi Ungkap Operasional Judi Online KICAU99 di Sukaresmi Cianjur, 9 Orang Ditangkap
Trending di Berita