CIANJUR TIMES, Cipanas – Kebakaran lahan di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango masih dalam proses penanganan hingga Senin (10/8/2026), memasuki hari keempat sejak pertama kali terpantau. Relawan menyebut masih terdapat empat titik bara api dan kepulan asap di sekitar lokasi sehingga proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar.
Relawan Gunung Gede Pangrango, Niko Rastagil, mengatakan puluhan relawan bersama petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
“Pada pemantauan hari sebelumnya terdapat sekitar 10 titik api dan sebagian besar sudah berhasil kami padamkan. Hari ini masih terpantau sekitar empat titik yang mengeluarkan asap,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Menurut Niko, empat titik tersebut diduga masih berupa bara api yang ditandai dengan kepulan asap. Jika tidak segera relawan tangani, bara tersebut berpotensi kembali memicu kobaran api ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.
“Kami akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah yang tersisa hanya bara atau masih ada api aktif. Meskipun hanya bara, tetap harus segera ditangani agar tidak kembali menyala saat cuaca terik dan angin kencang,” katanya.
Ia menambahkan, sekitar 30 relawan masih berada di lokasi. Sementara unsur TNI, Polri, Damkar, dan BPBD turut membantu proses pemadaman dan pendinginan. Selain itu, sekitar 20 relawan tambahan kembali berangkat menuju kawasan Gunung Gede untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Berdasarkan hasil pengamatan relawan hingga hari sebelumnya, perkiraan area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 10 hektare. Namun, luas pasti lahan yang terbakar masih menunggu pendataan resmi dari pihak berwenang.
“Itu masih berdasarkan pengamatan di lapangan. Luasan pastinya masih perlu pendataan lebih lanjut, apalagi hari ini masih ada temuan titik bara dan asap,” ujar Niko.
Polres Cianjur Bantu Proses Pemadaman Api
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho mengatakan Polres Cianjur bersama personel Brimob turut terjun ke lapangan untuk membantu proses pemadaman di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango.
Petugas membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu mempercepat penanganan di lokasi yang sulit untuk petugas jangkau.
“Anggota yang dilengkapi APAR sudah diterjunkan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih maksimal,” katanya.
Selain APAR, Polres Cianjur juga menyiapkan peralatan khusus untuk membantu pemadaman secara manual di kawasan pegunungan. Alexander berharap, peralatan tersebut dapat membantu relawan yang sebelumnya banyak menggunakan alat sederhana seperti ranting dan kain basah saat melakukan pemadaman.
“Kami menyiapkan alat bantu untuk proses pemadaman manual agar relawan lebih mudah melakukan pendinginan dan penanganan titik bara di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran lahan di kawasan Gunung Gede Pangrango pertama kali terpantau pada Jumat (7/8/2026). Hingga Senin (10/8/2026), petugas gabungan dan relawan masih terus melakukan pemadaman serta pendinginan. Hal ini untuk memastikan api tidak kembali meluas ke kawasan vegetasi di sekitar Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango.***










